Junika, Fely
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penanaman Nilai Gotong Royong Melalui Kegiatan Sosial Mengecat Masjid Dilingkungan Sekitar Wijayanti, Deri Sukma; Junika, Fely; Tulharmi, Lathifah; Fauziah, Nurul; Apindi, Ripda Yudani; Ningsi, Widia Gusti; Oktaria, Zulaiha Ida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai gotong royong dapat ditanamkan melalui kegiatan sosial, khususnya kegiatan mengecat masjid bersama masyarakat. Gotong royong merupakan salah satu nilai luhur bangsa Indonesia yang perlu terus dilestarikan, terutama di tengah menurunnya semangat kebersamaan akibat pengaruh individualisme modern. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosial seperti mengecat masjid dapat menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan rasa kebersamaan, tanggung jawab, dan kerja sama antar warga. Nilai-nilai seperti saling membantu, toleransi, dan kepedulian sosial berkembang secara alami dalam aktivitas tersebut.
Hubungan Permainan Congklak Untuk Meningkatkan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun Dalam Pendekatan Neurosains Apindi, Ripda Yudani; Junika, Fely; Tulharmi, Lathifah; Lestari, Dita
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6210

Abstract

This study aims to examine the relationship between playing congklak and improving fine motor skills in children aged 5–6 years from a neuroscience perspective. This study used a descriptive qualitative research method with a literature review approach, which examined various previous research findings related to the influence of traditional games on neuromotor development in early childhood. Based on the literature analysis, playing congklak has been shown to be effective in stimulating hand-eye coordination, movement precision, and concentration in children. From a neuroscience perspective, playing congklak activates brain areas such as the motor cortex, cerebellum, and frontal lobe, which play a role in planning, coordinating, and controlling movement. This process supports the formation of neuroplasticity, the strengthening of new neural pathways that influence the improvement of children's sensorimotor and cognitive abilities. The study results indicate that playing congklak is not only a traditional recreational medium but also an effective and enjoyable brain-based learning tool. Therefore, integrating traditional games into learning activities in early childhood education (PAUD) is highly recommended to stimulate fine motor development while preserving local cultural values ​​in the digital age.
FUNGSI PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN DALAM KELUARGA Tulharm, Lathifah; Apindi, Ripda Yudani; Junika, Fely; Asiyah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6138

Abstract

Pendidikan dalam keluarga merupakan aspek utama yang berperan penting dalam membentuk dasar kepribadian, karakter, serta nilai-nilai moral anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana keluarga menjalankan fungsi pendidikan dan pengasuhan, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di wilayah Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam keluarga yang memiliki anak usia 4–6 tahun, tiga guru PAUD, dan satu kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pendidikan dalam keluarga dilaksanakan melalui pembiasaan nilai moral, kedisiplinan, dan tanggung jawab anak sejak usia dini. Orang tua berperan aktif dalam memberikan teladan, mendampingi anak belajar, serta menanamkan sopan santun dan nilai religius. Sementara itu, fungsi pengasuhan dijalankan melalui pemberian kasih sayang, perhatian, dan pengawasan perilaku anak agar tumbuh menjadi individu yang mandiri dan berkarakter. Faktor pendukung utama pelaksanaan fungsi tersebut adalah kesadaran orang tua, komunikasi yang baik dalam keluarga, serta kerja sama dengan guru PAUD. Adapun faktor penghambat meliputi kesibukan orang tua, keterbatasan waktu, kondisi ekonomi, dan pengaruh media digital. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama bagi anak, serta perlunya sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter dan kemandirian anak usia dini.