Indonesia sebagai negara pluralistik menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan proses pendidikan, khususnya di kalangan generasi muda, sehingga menuntut strategi pencegahan yang komprehensif di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan hambatan implementasi strategi pencegahan radikalisme pada aspek kurikulum, kapasitas guru, dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel jurnal nasional terakreditasi dari 2020–2025, dengan analisis isi untuk mengidentifikasi pola, strategi, dan hambatan pencegahan radikalisme di sekolah umum, madrasah, dan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang efektif mengintegrasikan pendidikan nilai kebangsaan, moderasi beragama, dan pendekatan multikultural melalui kurikulum, praktik pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, serta kultur dan kebijakan institusi yang inklusif, selaras dengan konsep whole-school approach. Temuan menegaskan bahwa keterlibatan guru, seleksi bahan ajar, serta kolaborasi sekolah dengan keluarga dan komunitas menjadi faktor kunci dalam membangun ketahanan ideologis peserta didik. Kesimpulannya, pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan harus bersifat holistik dan terintegrasi, memungkinkan sekolah menjadi ekosistem nilai yang membentuk karakter toleran, moderat, dan nasionalis, sekaligus memberikan dasar bagi pengembangan model konseptual operasional untuk strategi preventif yang lebih efektif di masa depan.
Copyrights © 2026