Tasawuf masa awal merupakan dimensi spiritual Islam yang berperan penting dalam pembentukan etika dan akhlak umat Islam. Pada fase awal perkembangannya, tasawuf belum terlembagakan sebagai disiplin ilmu formal, melainkan hadir sebagai praktik hidup rohani yang menekankan penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), pengendalian hawa nafsu, dan pembinaan akhlak mulia yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tasawuf masa awal sebagai fondasi etika dan akhlak dalam Islam serta menelaah relevansinya dalam kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode historis-normatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber primer berupa karya-karya klasik tasawuf, seperti al-Risālah al-Qusyairiyyah karya al-Qusyairī dan Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn karya al-Ghazālī, serta sumber-sumber sekunder dari pemikir modern dan kontemporer. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama tasawuf dan keterkaitannya dengan etika dan akhlak Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf masa awal berfungsi sebagai fondasi etika Islam melalui internalisasi nilai-nilai ihsan, keikhlasan, zuhud, kesabaran, cinta ilahi, dan kesadaran moral yang mendalam. Tasawuf tidak hanya membentuk kesalehan individual, tetapi juga melahirkan etika sosial yang menekankan keadilan, empati, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, tasawuf masa awal merupakan basis fundamental bagi pembentukan akhlak Islam yang holistik dan relevan lintas zaman.
Copyrights © 2026