Pembelajaran Sport Education (SE) sebagai inovasi dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk mengatasi keterbatasan model konvensional yang kurang menarik dan student-centered. Dikembangkan oleh Daryl Siedentop sejak 1994, SE menekankan keterlibatan siswa dalam peran autentik seperti atlet, pelatih, dan wasit melalui struktur musim, tim tetap, kompetisi formal, puncak pertandingan, catatan hasil, serta perayaan. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengeksplorasi implementasinya di sekolah, integrasi dengan Kurikulum Merdeka, manfaatnya dalam mengembangkan keterampilan fisik, sosial, dan karakter, serta kendala seperti keterbatasan sarana, pemahaman guru, dan motivasi siswa. Hasil menunjukkan SE efektif meningkatkan partisipasi aktif, sportivitas, dan tanggung jawab siswa, meskipun memerlukan adaptasi guru untuk mengoptimalkan penerapannya.
Copyrights © 2026