Danang Isworo Wijayanto
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL PERSONALIZED SYSTEM FOR INSTRUCTION DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA, DAN KESEHATAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Muhammad Asywaq Abdillah; Ita Ameliya Rahmawati; Kinara Dwi Shafarani; Sheren Dian Prasetyowati; Danang Isworo Wijayanto
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di sekolah masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti didominasi pendekatan seragam yang kurang mengakomodasi perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar siswa, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi, kemandirian, dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Personalized System for Instruction (PSI) dalam pembelajaran PJOK melalui metode Systematic Literature Review. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR dengan mengkaji artikel-artikel nasional yang diperoleh melalui database Google Scholar. Artikel yang dianalisis dibatasi pada publikasi tahun 2016-2024 dan diperoleh sebanyak 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. menggunakan kata kunci “Personalized System for Instruction”, “PSI”, “Efektivitas”, dan “PJOK”. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model PSI secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kebugaran jasmani, keterampilan teknik dasar olahraga, motivasi belajar, kemandirian siswa, serta waktu aktif belajar. Model PSI terbukti mampu mengakomodasi perbedaan individu melalui pembelajaran mandiri, bertahap, dan berorientasi pada ketuntasan belajar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa model PSI efektif diterapkan dalam pembelajaran PJOK pada berbagai jenjang pendidikan. Implikasinya, guru PJOK disarankan mengintegrasikan model PSI sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa dan bermakna.
ANALISIS TEORITIS PENGGUNAAN METODE INQUIRY BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR UNTUK MENSTIMULASI KEAKTIFAN BELAJAR Mujahid, Mujahid; Kayma Devinta Putri; Azkiatul Fuadah; Danang Isworo Wijayanto
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan tradisional Gobak Sodor memiliki nilai edukatif yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara teoritis penggunaan metode inquiry berbasis permainan Gobak Sodor dalam menstimulasi keaktifan belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kajian literatur deskriptif-analitis dengan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi metode inquiry dengan permainan Gobak Sodor mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui keterlibatan aktif dalam pemecahan masalah, kerja sama, dan pembelajaran mandiri, serta mendukung pengembangan kemampuan motorik dan pembentukan karakter. Pendekatan ini berpotensi menjadi strategi pembelajaran inovatif sekaligus sarana pelestarian budaya dalam Pendidikan Jasmani sekolah dasar.
MODEL DIRECT INTERACTION DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI Tri Dariyah; Alya Nur Azizah; Jihan Choiriyah; Hesti Sangadah; Danang Isworo Wijayanto
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan fisik, keterampilan motorik, serta aspek kognitif dan afektif peserta didik. Namun, pencapaian tujuan pembelajaran tersebut sangat dipengaruhi oleh ketepatan model pembelajaran yang digunakan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, karakteristik, langkah penerapan, manfaat, serta tantangan penggunaan model Direct Instruction dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber berupa artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta buku yang relevan dan terpercaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Direct Instruction efektif dalam meningkatkan penguasaan keterampilan motorik, pemahaman prosedural gerak, kedisiplinan, serta hasil belajar peserta didik. Model ini sangat sesuai diterapkan pada pembelajaran keterampilan dasar dan teknik olahraga yang memerlukan instruksi yang jelas, terstruktur, dan pengawasan langsung dari guru. Meskipun demikian, penerapan model Direct Instruction masih menghadapi beberapa tantangan, seperti dominasi peran guru, perbedaan kemampuan peserta didik, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, guru perlu memiliki kemampuan pedagogis yang baik serta mengombinasikan model Direct Instruction dengan pendekatan pembelajaran lain agar pembelajaran Pendidikan Jasmani tetap efektif, menarik, dan bermakna.
Penerapan Metode Demontrasi dalam Peer Teaching Pembelajaran Lari Jarak Pendek 50 Meter pada Siswa Sekolah Dasar Fanisha Cahya Saputri; Adelia Asfi Khalisa; Finna Sofiana; Ahmad Miftahudin; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan metode demonstrasi dalam kerangka peer teaching (pengajaran teman sebaya) pada pembelajaran lari jarak pendek 50 meter bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya penguasaan teknik dasar lari akibat instruksi yang terlalu teoretis dan kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada empat pilar pembahasan utama. Pertama, analisis kondisi lapangan yang menunjukkan perlunya modifikasi arena lari di lingkungan sekolah yang memiliki keterbatasan lahan. Kedua, pemetaan kondisi fisik peserta didik yang mencakup koordinasi gerak dan daya ledak otot tungkai sesuai dengan tahap perkembangan usia sekolah dasar. Ketiga, implementasi teknik dasar lari yang meliputi fase start jongkok, gerakan lari (sprint), dan teknik memasuki garis finish yang diperagakan melalui demonstrasi visual oleh guru dan tutor sebaya. Keempat, identifikasi kendala pembelajaran seperti kurangnya kepercayaan diri tutor dan dinamika kelompok, serta solusi strategis untuk mengatasinya. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa kombinasi metode demonstrasi dan peer teaching mampu menciptakan suasana belajar yang lebih konkret, inklusif, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan motorik siswa pada materi lari 50 meter.
Optimalisasi Hasil Belajar Lari Estafet melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Liridho, Fadhilah; Alvera Septi Maulida Fatma; Evin Helmi Fadhila; Faridatul Fuadah; Nurdhiya Laila Syita; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6918

Abstract

Pembelajaran pendidikan jasmani, khususnya materi lari estafet, menuntut penguasaan keterampilan gerak sekaligus kemampuan kerja sama tim dan tanggung jawab individu. Namun, hasil belajar lari estafet di sekolah masih cenderung rendah akibat dominannya pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan minim melibatkan siswa secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan partisipasi, interaksi, dan hasil belajar siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam mengoptimalkan hasil belajar lari estafet pada pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research) melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen relevan yang membahas pembelajaran kooperatif, model NHT, dan pembelajaran lari estafet. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran NHT berpotensi meningkatkan hasil belajar lari estafet melalui peningkatan keaktifan siswa, kerja sama kelompok, pemahaman teknik, serta tanggung jawab individu dalam tim. Penerapan NHT juga mendukung pengembangan aspek kognitif, psikomotor, dan afektif siswa secara seimbang. Dengan demikian, pembelajaran kooperatif tipe NHT efektif dan relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran lari estafet guna mengoptimalkan hasil belajar siswa di pendidikan jasmani.
Implementasi Asesmen Autentik Berbasis Peer Assessment dalam Model Cooperative Learning pada Pembelajaran PJOK SD/MI Era Kurikulum Merdeka: Systematic Literature Review Alfiana Agustin; Nafi Pri Nur Ratih; Adhyla Noorhafida Aulia Hakim; Roselia Puji Lestari; Najmul Laily Fitriana; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6947

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SD/MI pada era Kurikulum Merdeka menuntut penerapan asesmen yang tidak hanya menilai hasil belajar, tetapi juga proses, sikap, dan keterampilan sosial peserta didik secara holistik. Salah satu pendekatan yang relevan adalah asesmen autentik berbasis peer assessment yang diintegrasikan dalam model cooperative learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi asesmen autentik berbasis peer assessment dalam model cooperative learning pada pembelajaran PJOK SD/MI, meliputi bentuk penerapan, kelebihan dan kekurangan, kontribusinya terhadap keterampilan sosial dan kolaborasi siswa, serta strategi implementasi yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review dengan menganalisis berbagai artikel jurnal, buku ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen autentik berbasis peer assessment mampu meningkatkan keterlibatan siswa, keterampilan sosial, kolaborasi, serta refleksi diri dalam pembelajaran PJOK. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala berupa potensi subjektivitas penilaian, keterbatasan pemahaman siswa terhadap kriteria penilaian, serta tuntutan kesiapan guru. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang, penggunaan rubrik yang jelas, serta pendampingan guru agar asesmen berjalan efektif dan bermakna sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
ANALISIS MODEL PSI TERHADAP DISIPLIN DAN KEMANDIRIAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN PJOK Umu Salamah; Salza Sabilatul Azira; Nia Natasya; Afifah Kurniawati; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6948

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Personalized System of Instruction (PSI) serta pengaruhnya terhadap Sikap disiplin dan kemampuan mandiri peserta didik di jenjang sekolah dasar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode literature review, yaitu dengan mempelajari dan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal dan buku yang membahas model PSI dan implementasinya dalam mata pelajaran PJOK di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model PSI mampu mendorong berkembangnya sikap disiplin serta kemampuan belajar mandiri pada peserta didik. Melalui pembelajaran berbasis modul dan kemajuan belajar yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa, model PSI melatih siswa untuk mengatur waktu belajar, mematuhi tahapan pembelajaran, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan kemajuan belajarnya. Selain itu, penerapan model PSI juga mendorong siswa untuk lebih mandiri, percaya diri, dan aktif dalam mengikuti aktivitas PJOK tanpa ketergantungan berlebihan pada guru. Keberhasilan penggunaan model PSI ditentukan oleh kondisi dari dalam diri peserta didik, seperti dorongan belajar, ketertarikan, dan kemampuan yang dimiliki, serta dukungan dari luar, termasuk kesiapan dan profesionalitas guru dalam pelaksanaannya, kualitas bahan ajar, sarana dan prasarana, serta pengelolaan waktu pembelajaran. Oleh karena itu, model PSI layak dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan pendekatan pembelajaran yang efektif dalam menumbuhkan sikap disiplin dan kemandirian peserta didik sekolah dasar pada mata pelajaran PJOK.
STRATEGI GURU PJOK MASA KINI MENCETAK SISWA MANDIRI DAN EMPATI DENGAN MODEL TPSR Nida Khidrimatun Nuril Khoiriyah; Silva Nadia; Nafila Nuru Fatkhana; Siti Vantika; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam menumbuhkan karakter kemandirian dan empati siswa sekolah dasar melalui model Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR). Di era digital, peserta didik menghadapi tantangan serius seperti penurunan aktivitas fisik dan degradasi moral akibat penggunaan gawai yang berlebihan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan observasi, penelitian ini menganalisis implementasi lima tingkat hierarki tanggung jawab TPSR: respect, effort, self-direction, caring, dan transfer. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa struktur sesi pembelajaran TPSR yang terdiri dari relational time, awareness talk, physical activity, group meeting, dan reflection time secara efektif mengintegrasikan nilai karakter ke dalam aktivitas fisik. Model ini selaras dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka, khususnya elemen Mandiri dan Gotong Royong. Bukti empiris menunjukkan bahwa penerapan TPSR yang konsisten dapat meningkatkan kemandirian siswa hingga 30% dan memperkuat keterampilan kepemimpinan serta kerja sama tim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model TPSR merupakan solusi strategis bagi guru PJOK untuk mencetak generasi yang tidak hanya bugar secara fisik, tetapi juga memiliki tanggung jawab personal dan sosial yang kuat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INTRUCTIONS PADA PEMBELAJARAN PENJASKES Minhatul Atsna; Aines Nisma Zustiani; Isnaini Khusnah; Helsa Aufa Marccella; Garneta Hematala; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Direct Instruction (Instruksi Langsung) dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjaskes) di tingkat MI/SD. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data dikumpulkan melalui analisis berbagai literatur, jurnal ilmiah, dan buku teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Direct Instruction sangat efektif untuk mengajarkan pengetahuan prosedural dan keterampilan gerak spesifik dalam Penjaskes melalui lima fase utama: orientasi, presentasi/demonstrasi, latihan terbimbing, umpan balik, dan latihan mandiri. Meskipun model ini berpusat pada guru, efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan demonstrasi guru, motivasi siswa, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguasaan teknik dasar olahraga dapat dicapai lebih optimal dengan struktur pembelajaran yang sistematis, namun guru disarankan mengombinasikannya dengan variasi media pembelajaran untuk menjaga antusiasme siswa.
PEMBELAJARAN PENJASKES DENGAN PENDEKATAN INQUIRY Feni Nur Afifah; Nur Wahyuni Anisa; Rohmatul Karimah; Khafifah Maulani; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6992

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) adalah bidang studi yang menuntut keterlibatan jasmani dalam intensitas yang cukup tinggi, sehingga peserta didik memerlukan masa pemulihan setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Kondisi tersebut kerap menyebabkan siswa kurang siap untuk mengikuti mata pelajaran selanjutnya. Di sisi lain, PJOK berperan strategis dalam membentuk gaya hidup sehat serta menanamkan kebiasaan positif pada siswa, sehingga guru PJOK dituntut mampu merancang pembelajaran yang menarik, nyaman, dan mampu membangkitkan motivasi belajar. Mutu pembelajaran sangat ditentukan oleh kreativitas guru dalam menghadirkan pembaruan agar proses belajar tidak bersifat monoton. Salah satu pendekatan yang dapat dijadikan alternatif yaitu implementasi  pendekatan pembelajaran berbasis inquiry, yaitu pendekatan dengan mengajak peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif dalam menggali informasi serta menemukan konsep melalui proses berpikir kritis. Pendekatan ini memberi ruang kepada peserta didik untuk berperan secara lebih aktif dalam memahami materi sehingga efektivitas pembelajaran dapat ditingkatkan. Dengan demikian, penerapan pembelajaran inkuiri diharapkan mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta kemampuan belajar siswa pada mata pelajaran PJOK.