Abstrak. Perjalanan pers Indonesia dari era perjuangan kemerdekaan hingga pascareformasi telah mengalami banyak pergolakan. Sebagai media pemberitaan dan penyebaran informasi, pers memiliki tanggung jawab sosial untuk senantiasa memberikan hasil yang akurat kepada masyarakat. Namun, perjalanan pers belum mencerminkan keakuratan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakakuratan pers dalam keberpihakan media dan bias pemberitaan dengan pendekatan sembilan elemen jurnalisme. Riset ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan telaah kritis pustaka untuk memperoleh penjelasan dan penafsiran ulang yang akurat atas fenomena masa lalu. Dinamika pers di Indonesia sejak masa prakemerdekaan hingga pascareformasi telah mengalami banyak perubahan orientasi. Pers selalu terikat dengan konteks zaman, baik yang dipengaruhi oleh ideologi pemerintah yang berkuasa maupun kepentingan ekonomi pemilik media. Pers dikendalikan oleh kepentingan ideologi-ekonomi, karena pers dapat menyebar luaskan opini yang membentuk kesadaran dan nilai masyarakat. Keberpihakan tersebut berujung pada bias pemberitaan yang dapat mengakibatkan kesalahpahaman dan penyebaran berita bohong. Untuk menghindari dua hal tersebut, perlu adanya acuan dalam peningkatan kualitas pemberitaan serta penyajian informasi berdasarkan fakta dan kebenaran peristiwa. Dengan ini, acuan yang dapat meningkatkan kualitas pers adalah sembilan elemen jurnalisme. Sembilan elemen jurnalisme dapat menjadi standar bagi wartawan serta lembaga pers supaya profesional dalam menyampaikan informasi dan berita. Abstract. The journey of the Indonesian press from the era of the independence struggle to the post-reform period has experienced many upheavals. As a media for reporting and disseminating information, the press has a social responsibility to consistently provide accurate results to the public. However, press trips do not yet reflect accuracy of the information. This study aims to analyze press inaccuracies in media partiality and reporting bias using the nine elements of journalism approach. This study uses a qualitative-descriptive method with a critical review of literature to obtain accurate explanations and reinterpretations of past phenomena. The dynamics of the press in Indonesia from pre-independence to post-reform era have experienced many changes in orientation. The press is always tied by the context of the times, whether influenced by the ideology of ruling government or the economic interests of media owners. The press is controlled by ideological-economic interests, because the press can disseminate opinions that shape public awareness and values. Such partiality leads to biased reporting which can lead to misunderstandings and the spread of fake news. To avoid these two things, there needs to be a reference for improving the quality of news reporting and presenting information based on facts and truth of events. With this, the reference that can improve the quality of the press is the nine elements of journalism. The nine elements of journalism can be a standard for journalists and press institutions to be professional in conveying information and news.
Copyrights © 2025