Latar Belakang: Ketidakstabilan emosi remaja berisiko menghambat kematangan psikologis jika tidak dikelola secara tepat. Tujuan: Penelitian ini mengevaluasi efektivitas edukasi manajemen stres terhadap status mental emosional siswa di SMA Negeri 3 Kendari. Metode: Desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest diterapkan pada 30 siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilaksanakan intensif selama tiga hari, diukur menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), dan dianalisis dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil: Terdapat penurunan signifikan pada skor masalah emosional (p = 0,000; t = -7,730) dengan selisih rata-rata -6,233. Secara klinis, kategori emosional tinggi (6,7%) tereliminasi total menjadi 0% pasca-intervensi, mengindikasikan perbaikan kemampuan regulasi diri. Simpulan: Edukasi manajemen stres terbukti efektif meningkatkan stabilitas emosi siswa melalui penguasaan teknik relaksasi. Saran: Direkomendasikan agar sekolah mengintegrasikan modul manajemen stres ke dalam layanan rutin Bimbingan Konseling sebagai strategi preventif berkelanjutan bagi kesehatan mental siswa
Copyrights © 2025