Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat baca remaja di Desa Namu Ukur Utara dengan menyoroti peran rumah baca, lingkungan bermain langsung, dan kegiatan perlombaan sebagai faktor yang memengaruhinya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap remaja usia 13–18 tahun serta informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah baca berfungsi sebagai ruang literasi nonformal, lingkungan bermain turut memengaruhi kebiasaan membaca secara sosial, dan perlombaan literasi mampu meningkatkan motivasi baca. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan rendahnya dukungan keluarga masih menjadi hambatan. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi pengembangan program literasi berbasis komunitas pedesaan.
Copyrights © 2025