Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Batik Dua Putri Jambi menghadapi permasalahan berupa ketidaksinkronan rantai pasok, pengelolaan persediaan yang belum terdokumentasi dengan baik, serta pelaporan keuangan yang masih manual dan tidak terstandar. Permasalahan tersebut berdampak pada rendahnya efisiensi operasional dan keterbatasan pengambilan keputusan berbasis data. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan design thinking sebagai solusi dalam menyinkronkan rantai pasok dan menyusun sistem pelaporan keuangan yang adaptif sesuai dengan kebutuhan UMKM Batik Dua Putri Jambi. Metode yang digunakan meliputi lima tahapan, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan mitra secara aktif. Hasil implementasi menunjukkan bahwa UMKM mampu menerapkan alur rantai pasok yang lebih terstruktur, memiliki sistem pencatatan persediaan yang konsisten, serta menyusun laporan keuangan sederhana yang terintegrasi dengan aktivitas operasional. Penerapan metode ini juga meningkatkan literasi manajerial pemilik usaha dalam mengelola rantai pasok dan keuangan. Secara keseluruhan, pendekatan design thinking terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pengambilan keputusan, serta mendukung keberlanjutan usaha UMKM Batik Dua Putri Jambi.
Copyrights © 2025