: Permasalahan lingkungan yang berkaitan dengan pengelolaan air dan sampah organik masih menjadi tantangan serius, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi, daya resap tanah yang rendah, serta tingkat kesadaran lingkungan masyarakat yang belum optimal. Kondisi tersebut juga dialami oleh Desa Bojo, Kabupaten Barru, yang rentan terhadap genangan air dan banjir akibat tingginya intensitas hujan dan kenaikan muka air laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan air dan sampah organik melalui pelatihan pembuatan lubang resapan biopori. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang warga Desa Bojo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara singkat, dan diskusi, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pembuatan lubang resapan biopori, yang ditandai dengan berhasil dibuatnya 8 lubang biopori atau sekitar 53,33% dari jumlah peserta. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik rumah tangga. Kegiatan ini berkontribusi dalam pengembangan model pengabdian masyarakat berbasis partisipasi melalui pelatihan dan praktik langsung sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026