Perundungan merupakan permasalahan sosial yang masih sering terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk pada mahasiswa, baik secara langsung maupun melalui media digital. Media sosial, di satu sisi, berpotensi memfasilitasi munculnya perundungan, namun di sisi lain juga dapat dimanfaatkan sebagai media kampanye sosial untuk pencegahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran desain komunikasi visual (DKV) dalam kampanye sosial anti-perundungan di media sosial serta pengaruh elemen visual terhadap persepsi mahasiswa strata satu (S1). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kuesioner terbuka dan wawancara mendalam terhadap 93 mahasiswa S1 Universitas Pamulang. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui proses pengkodean, pengelompokan tema, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip atensi melalui warna kontras dan headline menonjol, kesederhanaan visual, serta ilustrasi yang bersifat emosional berperan penting dalam meningkatkan kejelasan pesan, membangun empati, dan mendorong partisipasi digital, seperti berbagi dan diskusi di media sosial. Temuan ini menegaskan bahwa desain komunikasi visual merupakan instrumen strategis dalam efektivitas kampanye sosial anti-perundungan di lingkungan digital yang sarat informasi.
Copyrights © 2025