Persaingan industri manufaktur yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses produksi. Tingginya tingkat cacat produksi tidak hanya berdampak pada menurunnya kepuasan pelanggan, tetapi juga meningkatkan biaya produksi dan menurunkan daya saing perusahaan. Salah satu pendekatan manajemen kualitas yang banyak digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah Six Sigma dengan kerangka kerja DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis penerapan Six Sigma dengan pendekatan DMAIC dalam mengurangi cacat produksi serta merumuskan rekomendasi studi kasus berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam rentang tahun 2021–2025. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa penerapan Six Sigma DMAIC secara konsisten mampu menurunkan tingkat kecacatan produk, meningkatkan stabilitas proses, serta mendorong efisiensi operasional pada berbagai sektor industri, baik manufaktur skala besar maupun usaha kecil dan menengah. Selain itu, keberhasilan implementasi metode ini sangat dipengaruhi oleh komitmen manajemen, keterlibatan sumber daya manusia, dan pengendalian proses yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik dan praktis bagi peneliti serta praktisi industri dalam mengimplementasikan Six Sigma DMAIC sebagai strategi peningkatan kualitas dan perbaikan proses produksi.
Copyrights © 2025