Regenerasi sumber daya manusia pertanian melalui pelibatan generasi muda menjadi isu krusial dalam keberlanjutan sektor agribisnis di Indonesia. Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) hadir sebagai solusi strategis, salah satunya melalui pelatihan Business Motivation Pathway (BMP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi petani milenial dalam mengikuti pelatihan BMP serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, yang merupakan salah satu sentra penerima manfaat program. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 72 petani milenial dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan Analisis Theta untuk mengukur kekuatan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani milenial dalam mengikuti pelatihan BMP tergolong tinggi, yang didorong oleh keinginan kuat untuk mengembangkan jejaring dan keterampilan usaha. Temuan menarik dari analisis hubungan menunjukkan bahwa aspek sumber daya ekonomi lebih dominan daripada aspek teknis. Faktor modal dan kepemilikan lahan menunjukkan hubungan yang lebih kuat (masing-masing θ=0,61) dibandingkan kompetensi (θ=0,43). Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pelatihan teknis penting, akses terhadap aset produksi (lahan dan modal) menjadi pendorong utama motivasi wirausaha. Disarankan agar keberlanjutan Program YESS lebih difokuskan pada fasilitasi akses permodalan dan optimalisasi lahan bagi petani muda.
Copyrights © 2025