Eka Radiah
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kepuasan Petani Padi terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Desa Makmur Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Samsul Bahrul; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10317

Abstract

Pembangunan pertanian mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian nasional karena selain sebagai lapangan pekerjaan yang terbanyak juga mampu sebagai penyedia bahan pangan masyarakat. Pembangunan pertanian akan sesuai harapan apabila perangkat pembangunan pertanian tersebut bisa termanfaatkan secara efektif. Salah satu perangkat pembangunan pertanian ini adalah kehadiran penyuluh pertanian. Kehadiran penyuluh pertanian ini merupakan salah satu faktor pendorong terjadinya peningkatan produksi pertanian khususnya tanaman padi. Oleh karena itu, kinerja seorang penyuluh dalam melaksanakan tugasnya kepada masyarakat tani menjadi sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan pertanian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di Desa Makmur Kecamatan Gambut. Metode penelitian dilakukan secara survei dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Proportionated random sampling. Perhitungan kinerja dan tingkat kepuasan masyarakat menggunakan alat analisis IPA (Important Performance Analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh sebesar 0.84 yang berarti termasuk kategori sangat puas.
Analisis Usahatani Sayuran Organik di Banjarbaru (Studi Kasus “Kebonan Mas Untung” di Banjarbaru) Rahmad Effendi; Hamdani Hamdani; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1286

Abstract

Abstrak. Analisis usahatani adalah penguraian bagian-bagian dari suatu keseluruhan yang ada dalam kegiatan usahatani yang ada di Kebonan Mas Untung. Dalam menganalisis kegiatan usahatani diperlukan ketelitian yang tinggi agar tidak ada satu komponen yang ditinggalkan. Usahatani yang dianalisis pada penelitian kali ini tentang sayuran organik. Pentingnya kesehatan membuat setiap orang mencari cara agar tetap sehat, salah satunya dengan mengkonsumsi sayuran organik. Kebonan Mas Untung merupakan produsen sayuran organik yang ada di Banjarbaru yang dimiliki oleh bapak Untung ini dilakukan lima belas jenis tanaman yang diteliti yaitu bayam hijau, bayam merah, cabe rawit, edamame, kailan, kale, labu madu, okra hijau, okra merah, pakchoy, rosela, tomat mawar, tomat sayur, terong kenari dan ubi jalar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pendapatan usahatani sayuran organik usahatani Kebonan Mas Untung di Banjarbaru, untuk mengetahui kelayakan usahatani sayuran organik Kebonan Mas Untung di Banjarbaru, untuk menganalisis permasalahan yang ada di Kebonan Mas Untung di Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2018-Februari 2019 di Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara langsung kepada pemilik usahatani Kebonan Mas Untung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penerimaan usahatani Kebonan Mas Untung adalah sebesar Rp 645.650.000,- yang diperoleh dari lima belas komoditas sayuran yang dibudidayakan. Sedangkan total biaya dari usahatani Kebonan Mas Untung adalah sebesar                Rp 39.463.535.-. Sehingga nilai dari pendapatan adalah sebesar Rp 606.186.465,-. Usahatani Kebonan Mas Untung juga dikatakan layak karena semua jenis komoditas yang di usahakan memenuhi kategori kelayakan dan tidak terdapat masalah yang signifikan pada usahatani Kebonan Mas Untung.Kata kunci: analisis usahatani, Kebonan Mas Untung
ANALISIS VIABILITAS FINANSIAL PETANI PADI DI DESA ANDAMAN I KECAMATAN ANJIR PASAR KABUPATEN BARITO KUALA Husaini Maulana; Hairin Fajeri; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2933

Abstract

Salah satu komoditas pertanian yang telah lama dibudidayakan dan dijadikan sebagai mata pencaharian utama di Kabupaten Barito Kuala adalah usaha tani padi. Berkaitan dengan potensi sebagai mata pencaharian yang dapat diandalkan secara berkelanjutan (sustainable), usaha tani padi tersebut dapat dinilai dengan analisis viabilitas finansial, Ini adalah penilaian pendapatan pertanian beras, yang digunakan untuk membayar semua biaya produksi dan pengeluaran konsumsi petani pada tahun atau periode sebelumnya. Dalam penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis biaya total produksi yang dikeluarkan dalam proses produksi, menganalisis pendapatan bersih petani padi, dan menganalisis viabilitas finansial petani padi di Desa Andaman I, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini dilakukan secara survei. Dalam mengambil sampel, metode yang digunakan yaitu acak sederhana (simple random sampling), sebanyak 37 petani padi yang diwawancarai yang digunakan sebagai sampel di Desa Andaman I Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala. Analisis data yang digunakan adalah biaya tetap, biaya variabel, biaya total produksi, penerimaan, pendapatan bersih, pengeluaran konsumsi serta viabilitas finansial. Penelitian ini menghasilkan bahwa total biaya rata-rata  dari usaha tani padi responden sebesar Rp12.297.895,00 per tahun, total penerimaan rata-rata responden petani padi sebesar Rp32.754.392,00 per tahun, total pendapatan responden petani padi sebesar Rp20.456.497,00 tahun, pengeluaran konsumsi rata-rata responden petani padi sebesar Rp25.979.253,00 per tahun, dan viabilitas finansial petani padi sebesar Rp5.522.756,00. Sehingga penilaian viabilitas finansial responden petani padi di Desa Andaman I, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala adalah tidak viabel atau  TR < K + C (penerimaan  (total revenue) kurang dari biaya input / produksi (modal) dan pengeluaran konsumsi (consumption)). Permasalahan yang dihadapi responden petani padi yaitu ketersediaan pupuk yang seringkali mengalami keterlambatan di daerah penelitian, petani kurang leluasa dalam menentukan harga karena telah ditentukan oleh pedagang (pengepul) dan perbedaan tingkat kesuburan dan jarak lahan petani yang jauh sehingga menyebabkan jumlah produksi dan harga di kalangan petani tidak sama rata.
Analisis Nilai Tambah Tahu Bakso Crispy 25 di Loktabat Selatan Kota Banjarbaru (Studi Kasus: Industri Rumah Tangga Bapak Nurul Huda) Rajif Abirawa Prabowo; Nuri Dewi Yanti; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1965

Abstract

Agroindustri dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satunya industri pertanian yang kegiatannya terkait dengan sektor pertanian. Keterkaitan tersebut menjadi salah satu ciri dari Negara berkembang yang strukturnya mengalami transformasi dari ekonomi pertanian (agriculture) menuju industri pertanian (agroindustri). Wujud keterkaitan ini adalah sektor pertanian sebagai industri yang meningkatkan nilai tambah pada hasil pertanian menjadi produk yang kompetitif. Adanya nilai tambah terhadap penjualan Tahu Bakso Crispy 25, didasari oleh perbedaan harga jual antara tahu pong dan tahu bakso crispy. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskriptifkan pengolahan Tahu Bakso Crispy 25, mengetahui besarnya biaya dan penerimaan pada usaha pengolahan Tahu Bakso Crispy 25, mengetahui besarnya keuntungan dan nilai tambah dari usaha pengolahan Tahu Bakso Crispy 25 tersebut. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif digunakan untuk menceritakan cara pengolahan Tahu Bakso Crispy 25, besarnya biaya total, penerimaan, besarnya keuntungan dan nilai tambah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa produksi Tahu Bakso Crispy 25 selama periode produksi mencapai 1.588/bungkus. Kemudian untuk penerimaan usaha pengolahan Tahu Bakso Crispy 25 selama 2 minggu periode produksi sebesar Rp15.880.000 dengan total biaya sebesar Rp12.509.964. Kemudian keuntungan sebesar Rp3.370.036. Selanjutnya untuk nilai tambah yang diperoleh dalam usaha pengolahan Tahu Bakso Crispy 25 sebesar Rp9.554.000.Kata kunci: total biaya, penerimaan, keuntungan, nilai tambah, Tahu Bakso Crispy 25
KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM Corporate Social Responsibility (CSR) PT TUNAS INTI ABADI DI DESA MANGKALAPI KECAMATAN KUSAN HULU KABUPATEN TANAH BUMBU I Made Arya Sasmita; Eka Radiah; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.650

Abstract

Kondisi sosial ekonomi, budaya dan demografi masyarakat di Desa Mangkalapi sebagai wilayah binaan dari PT TIA serta sikap masyarakat terhadap program CSR PT TIA di Desa Mangkalapi. Kondisi demografi, sosial, ekonomi masyarakat, telah mengalami perubahan, Pengaruh pertambangan PT Tunas Inti Abadi terhadap system kepemimpinan yang ada di Desa Mangalapi yang berpengaruh baik terhadap kepeimpinan pemerintah desa karena banyak membantu terhadappembangunan perekonomian infrastruktur. Beragamnya mata pencaharian masyarakat mangkalapi secara langsung meningkatkan pendapatan rumah tangga. Peningkatan ini terjadi karna ada programprogram pemberdayaan dan bantuan yang diberikan perusahaan TIA kepada warga mangkalapi. Sikap masyarakat terhadap pilar program CSR yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur, serta budaya dan seni mendapat nilai skala sikap yang baik dan positif. Begitu juga dari semunyapernyataan terhadap empat pilar utama CSR semua pernyataan mendapatkan nilai yang positif yaitu semua pernyataan mendapat nilai skala setuju.Kata kunci: ekonomi, sikap, CSR
Tingkat Penerapan Penggunaan Pestisida Kimia pada Usahatani Sayuran Di Desa Telaga Langsat Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan Dea Ermaliyanda; Eka Radiah; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.763

Abstract

Sayuran bagi manusia sangat erat hubungannya dengan kesehatan. Dalam setiap usaha budidaya sayuran, petani sering menghadapi kendala yang dapat menyebabkan rendahnya kualitas dan kuantitas produk sayuran. Pestisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk sayuran, pestisida insektisida untuk mengendalikan serangga, herbisida, untuk mengendalikan gulma, rodentisida, untuk tikus dan insektisida buat memberantas hama jamur. Rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat penerapan penggunaan pestisida digunakan adalah skor yang didapat dibagi dengan skor ideal dikali 100%. Untuk metode penarikan contoh penelitian ini menggunakan metode survey, untuk mengetahui persentase (%) tinggi rendahnya tingkat penerapan pestisida kimia mengacu pada penelitian terdahulu yaitu tingkat penerapan tekhnologi usahatani padi oleh Misrinawati (2016) dengan angka persentase dikatakan tinggi jika ≥ 77,78 % dan rendah jika ≤ 77,78 %, untuk mengetahui tujuan kedua yaitu, hubungan antara tingkat penerapan yang diperoleh dengan harga pestisida dan pengalaman UT digunakan  uji korelasi dwiserial karena didasarkan atas 2 kriteria penilaian yaitu tinggi dan rendah atau skala ordinal, tekhnik korelasi ini disediakan untuk menyelidiki ada tidaknya korelasi antara 2 gejala dengan harga pestisida (skala rasio) dan pengalaman petani (skala interval). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat penerapan penggunaan pestisida secara waktu, dosis dan frekuensi adalah sudah sesuai dengan anjuran baik dari label atau dari penyuluh dengan persentase Tingkat penerapan penggunaan pestisida kimia menurut penggunaan pestisida yang digunakan petani berdasarkan hasil penelitian adalah pada waktu dan cara penggunaan pestisida adalah 85,93% pada dosis penggunaan pestisida sebesar 94,23% dan pada frekuensi penggunaan pestisida sebesar 93,33%. Faktor harga pestisida kimia, dan pengalaman usahatani berhubungan secara siginifikan dengan tingkat penerapan penggunaan pestisida kimia. Sementara kebiasaan petani tidak berhubungan secara signifikan.Kata Kunci: korelasi dwiserial -1, skala rasio-2, skala interval-3
Kontribusi Pendapatan Usahatani Padi Sawah terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani Daerah Sub Urban di Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin Jihan Jihan; Eka Radiah; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5927

Abstract

Padi memiliki pokok peranan sebagai pemenuhan kebutuhan pangan utama yang tiap  tahunnya meningkat  diakibatkan dari pertumbuhan jumlah penduduk serta berkembangnya industri pakan dan pangan. Hasil yang diperoleh dari berusahatani padi hanya mampu bertahan selama beberapa bulan. Bagi keluarga petani yang sebagian pendapatannya berasal dari luar usahatani, maka untuk mengetahui keberhasilan usahataninya harus dipisahkan antara pendapatan yang didapat dari usahatani dengan pendapatan dari luar usahatani. Tujuan penelitian untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani padi serta pendapatan non usahatani, mengetahui kontribusi pendapatan usahatani terhadap pendapatan rumah tangga petani, dan mengetahui masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan usahatani padi pada daerah perkotaan. Data yang digunakan meliputi data sekunder dan primer. Penelitian menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel menggunakan 2 tahap (two stages cluster sampling) dan jumlah sampel diambil  sebanyak 30 sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan total biaya yg dikeluarkan untuk usahatani rata-rata sebesar Rp 17.375.000/thn. Rata-rata pendapatan usahatani yang didapat sebesar Rp 12.523.923/tahun. Pendapatan rata-rata non usahatani Rp5.189.379/tahun. Kontriibusi pendapatan usahatani padi terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kelurahan Mantuil dan Kelayan Selatan sebesar 72,74% sedangkan kontribusi pendapatan non usahatani hanya 27,26%. Permasalahan yang dihadapi adalah hama penyakit yang menyerang tanaman padi dikarenakan area sawah yang dekat dengan sungai (35%), terbatasnya modal untuk usahatani (40%), kurangnya kemampuan petani dalam melengkapi administrasi untuk bantuan kredit modal 10%), dan harga jual hasil gabah yang tidak menentu tiap tahun (15%).
KELEMBAGAAN SOSIAL PELADANG BERPINDAH DI KECAMATAN BATANG ALAI TIMUR KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Muhammad Agus Kurniawan; Taufik Hidayat; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.618

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan lebih dari 60% penduduknya bermata pencarian di bidang pertanian. Peladang berpindah dalam bahasa inggris disebut “shifting Cultivation” terjadi hampir diseluruh dunia khususnya pada daerah-daerah tropika. Perladangan berpindah-pindah adalah salah satu cara manusia memanfaatkan lahan untuk produksi pangan (pertanian) yang sangat sederhana yang dilakukan secara tradisional dengan cara berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat lainnya dan kemudian kembali ketempat semula. Metode pengambilan contoh Informan dalam penelitian ini adalah peladang berpindah yang terdapat di Kecamatan Batang Alai Timur yaitu Kepala Adat, Kepala Desa, Tokoh Agama, buruh tani dan orang yang melakukan ladang perpindah. Hasil penelitian terhadap Norma dan Aturan Dalam Kegiatan Ladang Berpindah terdiri dari pemilihan lokasi, hak kepemilikan lahan, penebasan dan penebangan, pembakaran, penanaman, pemeliharaan dan panen. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan ladang berpindah yaitu diantaranya masalah persiapan lahan dalam kegiatan ladang berpindah, masalah dalam budidaya tanaman dan masalah lainya kurangnya perhatian dari pemerintah dengan nasib para petani ladang berpindah, mulai terkikisnya kebiasaan adat istiadat dalam kegiatan ladang berpindah dan jarak ladang dengan rumah petani.Kata kunci: ladang berpindah, kelembagaan sosial
EFEKTIFITAS PENYALURAN BERAS MISKIN (RASKIN) DI DESA ABUMBUN JAYA KECAMATAN SUNGAI TABUK, KABUPATEN BANJAR Samuel Eka Putra Depari; Eka Radiah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2920

Abstract

Program Raskin adalah salah satu program pemerintah bantuan beras bagi masyarakat berpendapatan rendah. Tujuan penelitian menganalisis efektifitas pencapaian tepat sasaran jumlah dan harga dalam pendistribusian serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pendistribusian atau penyaluran Raskin. Populasi dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus yaitu mengambil keseluruhan populasi di Desa Abumbun Jaya sebanyak 72 KK penerima beras Raskin tahun 2019. Analisis dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, indeks ketepatan sasaran distribusi Raskin 78, indeks ketepatan jumlah penyaluran Raskin 33,33 dan Indeks Ketepatan Harga 100. Terdapat perbedaan jumlah penerima Raskin yang seyogianya dengan yang real dilapangan. Berdasarkan data yang terdaftar ada 59 KK tetapi yang terjadi dilapangan ada 72 KK penerima diluar kriteria Raskin. Dalam pelaksanaanya memang semua terdistribusi dengan IKS 78 dan dinyatakan baik. Rata-rata Raskin yang diterima 5 Kg/bulan jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah Raskin normatif 15 kg/bulan, Distribusi Raskin di desa Abumbun Jaya sudah tepat harga dengan Indeks Ketepatan Harga 100 karena seluruh harga Raskin yang dibayarkan oleh responden penerima Raskin Rp1.600/kg sesuai dengan harga normatif Rp1.600/kg.
Tingkat Penggunaan Media Sosial (Youtube) sebagai Sarana Literasi Pertanian pada Petani Milenial Banjarbaru Mifta Hidayah; Eka Radiah; Masyudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13596

Abstract

Era globalisasi ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, terutama bidang teknologi komunikasi dan informasi. Satu dari media komunikasi yang bisa digunakan adalah media sosial (YouTube). Petani milenial sebagai pihak yang berperan dalam memajukan sektor pertanian yang progresif dan memiliki potensi besar untuk memajukan pertanian. Melalui internet petani milenial memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi terkait pertanian. Mereka dapat beradaptasi dengan teknologi perkembangan teknologi dalam pertanian. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat penggunaan media sosial (YouTube) sebagai sarana literasi pertanian pada petani milenial Banjarbaru dan mengetahui permasalahan apa yang dihadapi petani dalam menggunakan media sosial (YouTube). Jumlah sampel pada penelitian ini 30 orang diambil menggunakan metode Proportionate Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian, Tingkat penggunaan media sosial (YouTube) ditunjukkan dengan frekuensi lebih dari 4 kali sehari, durasi 2-3 jam/hari dengan ragam informasi yang bervariasi terutama penggunaan pupuk, pengendalian hama penyakit, perkembangan teknologi pertanian dan peternakan, meliputi informasi tentang kesehatan hewan ternak, perawatan, dan nutrisi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas ternak. Permasalahan yang dihadapi petani dalam mengakses sosial media YouTube petani milenial kurangnya informasi dari penyuluh pertanian (46,67%), keperluan informasi yang mendesak (36,67%), dan sebagian besar petani milenial juga merasa tidak puas dengan informasi yang diberikan penyuluh (16,67%).