Krisis iklim dan meningkatnya frekuensi bencana alam menuntut kepemimpinan yang adaptif, responsif, dan berbasis pengambilan keputusan yang cepat serta akurat. Kepemimpinan dalam situasi darurat memiliki peran strategis dalam menentukan efektivitas respons bencana, mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan dalam pengambilan keputusan pada situasi darurat akibat krisis iklim dan bencana alam, dengan menekankan pada dinamika pengambilan keputusan di tengah ketidakpastian, keterbatasan sumber daya, dan tekanan waktu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang difokuskan pada beberapa peristiwa bencana alam di Indonesia. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, laporan resmi pemerintah, serta kajian literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif dalam situasi darurat ditandai oleh kemampuan komunikasi yang jelas, koordinasi lintas sektor, keberanian mengambil keputusan strategis, serta sensitivitas terhadap kebutuhan masyarakat terdampak. Selain itu, kepemimpinan kolaboratif dan berbasis pengetahuan lokal terbukti meningkatkan efektivitas respons bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas kepemimpinan darurat menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan krisis iklim dan bencana alam di masa depan.
Copyrights © 2025