Abstrak: Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan kedua yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Jumlah stunting di wilayah Kota Makassar meningkat 7,2 persen dari 18,04% tahun 2023 menjadi 25,6% pada tahun 2024. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra mengenai pemanfaatan kulit, brutu, dan hati ayam sebagai sumber lemak dan cemilan sehat bagi balita. Metode pengabdian dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan. Mitra sasaran pada kegiatan ini yaitu Kader Posyandu Anyelir sejumlah 12 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest dan posttest serta lembar observasi mengenai keterampian pengukuran antropometri, serta kemampuan mengolah bahan pangan ayam menjadi lemak sehat dan cemilan enak bagi bagi balita. Jumlah pertanyaan pada kuesioner sebanyak 10 butir. Hasil pretest peserta sebelum dilakukan kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa kurang dari 20% peserta yang terampil dalam melakukan pengukuran antropometri dan pengolahan udang menjadi makanan yang enak dan bergizi. Hasil posttest melalui lembar observasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan kegiatan pelatihan, keterampilan peserta dalam melakukan pengukuran antropometri, dan pembuatan kudapan bergizi dari hati ayam mengalami peningkatan menjadi 100% peserta menjadi terampil.Abstract: Stunting is one of the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs) which is included in the second sustainable development goal, namely eliminating hunger and all forms of malnutrition by 2030 and achieving food security. The number of stunting in the Makassar City area increased by 7.2 percent from 18.04% in 2023 to 25.6% in 2024. The purpose of this community service is to improve the knowledge and skills of partners regarding the use of chicken skin, bran, and liver as a source of fat and healthy snacks for toddlers. The community service method is carried out through counseling, training, and mentoring. The target partners in this activity are 12 Posyandu Anyelir cadres. The activity evaluation was carried out through pretests and posttests as well as observation sheets regarding anthropometric measurement skills, as well as the ability to process chicken food into healthy fats and delicious snacks for toddlers. The numbers of question in the questionnaire is 10 item. The results of the participant pretest before this community service activity showed that less than 20% of participants were skilled in conducting anthropometric measurements and processing shrimp into delicious and nutritious food. The results of the posttest through the observation sheet showed that after the training activities were carried out, the participants' skills in carrying out anthropometric measurements and making nutritious snacks from chicken livers increased to 100% of participants becoming skilled.
Copyrights © 2026