Abstrak: Program pengabdian ini memfokuskan pada penguatan kemampuan advokasi bagi kader Muhammadiyah dalam mendorong kebijakan publik yang berkeadilan. Urgensi penguatan ini dilatarbelakangi banyaknya kebijakan publik di daerah yang menyimpang dari peraturan perundang-undangan. Tujuannya untuk memperkuat kemampuan kader dalam melakukan advokasi kebijakan publik, selain itu mempertegas komitmen dan sinergitas kader dalam mendorong kebijakan publik yang berpihak terhadap umat dan bangsa. Metode pengabdian dilakukan dengan musyawarah, realisasi program, dan evaluasi dengan mitra pengabdian Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelaksanaan dengan menggunakan metode workshop dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 42 kader pada pimpinan wilayah dan daerah Muhammadiyah se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode evaluasi hasil dengan meminta tanggapan dan penilaian perwakilan peserta dari 7 utusan lembaga, hasil nilai rata-rata adalah 83, 57% dengan kriteria bahwa workshop advokasi kebijakan publik berdampak pada peningkatan nalar kritis kader terhadap persoalan politik kebangsaan. Selain itu, program tersebut sudah sesuai dengan persoalan dan isu-isu strategis bidang advokasi kebijakan publik di daerah.Abstract: This community service programme aims to strengthen the advocacy skills of Muhammadiyah cadres to promote equitable public policies. This is motivated by the large number of public policies in the region that deviate from the law. The programme aims to enhance the ability of cadres to advocate for public policies and reinforce their commitment to promoting policies that benefit the people and the nation. The community service method involved deliberation, programme implementation and evaluation in collaboration with the community service partner, the Department of Politics and Public Policy of Muhammadiyah. A workshop method was used for the implementation, with 42 cadres from the regional and district leaderships of Muhammadiyah in the Special Region of Yogyakarta Province in attendance. The results were evaluated by requesting feedback and assessments from seven institutional delegates, who were participants. The average score was 83.57%, indicating that the public policy advocacy workshop had impacted cadres' critical thinking on national political issues. Additionally, the programme addressed the strategic issues and problems in the field of public policy advocacy in the region.
Copyrights © 2025