Abstrak: Rendahnya produktivitas pertanian di Desa Punagaya disebabkan oleh degradasi tanah akibat ketergantungan pada pupuk kimia serta minimnya pengetahuan petani tentang pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai pembenah tanah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hardskill petani dalam aplikasi pembenah tanah FABA-Comfe dan pertanian berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan sekolah lapangan yang melibatkan 20 petani mitra, di mana efektivitasnya diukur melalui evaluasi kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani sebesar 54,6% setelah mengikuti program. Keberhasilan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran praktik langsung efektif dalam menjembatani riset dengan aplikasi di lapangan, sehingga berpotensi mendorong adopsi inovasi pertanian berkelanjutan.Abstract: Low agricultural productivity in Punagaya Village is caused by soil degradation due to dependency on chemical fertilizers and farmers' limited knowledge of utilizing Fly Ash and Bottom Ash (FABA) as a soil amendment. This community service aims to improve farmers' hardskills and knowledge in applying FABA-Comfe soil amendment through a participatory approach. The methods used were socialization and a field school involving 20 partner farmers, with effectiveness measured through pre-test and post-test questionnaires. The evaluation results show a 54.6% increase in farmers' knowledge and skills after participating in the program. This success indicates that the hands-on learning method is effective in bridging research with on-the-ground application, thus having the potential to encourage the adoption of sustainable agricultural innovations.
Copyrights © 2025