Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Improving children’s environmental literacy through experiential learning Prasetyo, Ridwan Aji Budi; Rahmawati, Yuli; Romadhon, Muhammad Fauzi; Prasetyo, Sendy
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10030

Abstract

[Bahasa]: Pengenalan ekosistem yang ada di sekitar masyarakat sejak dini memiliki dampak ekologis dan ekonomis yang besar. Namun, pengenalan literasi lingkungan kepada peserta didik di tingkat dasar belum secara maksimal dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengenalkan peserta didik tingkat dasar mengenai literasi lingkungan, khususnya melalui pemahaman mengenai ekosistem mangrove. Sebanyak 48 siswa di Desa Petiken dan Desa Karangandong, Kabupaten Gresik diperkenalkan tentang konsep literasi lingkungan melalui mangrove, yang merupakan kekayaan natural yang dimiliki Kabupaten Gresik bagian pesisir. Metode pembelajaran yang digunakan pada program pengabdian kepada masyarakat ini adalah experiential learning, atau pembelajaran melalui pengalaman langsung. Metode ini juga secara langsung mengaplikasikan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), di mana terdapat keterlibatan masyarakat yang besar dalam pembangunan desanya. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik terkait pengetahuan dan perilaku peserta didik tingkat dasar terhadap lingkungan. Hasil dari program ini memiliki implikasi bahwa isu-isu krusial yang penting untuk diketahui sejak dini dapat diajarkan melalui metode experiential learning. Pembahasan mengenai rancangan program, hasil, dan kendala di lapangan juga didiskusikan pada artikel ini. Kata Kunci: literasi lingkungan, hutan mangrove, pembelajaran melalui pengalaman [English]: Introducing the surrounding ecosystems to students early can yield significant ecological and economic impacts. However, environmental literacy has not been adequately introduced to students at the primary level. This community service activity aims to improve the environmental literacy of primary-level students, particularly related to mangrove ecosystems. Forty-eight students in Petiken Village and Karangandong Village, Gresik Regency, were involved in introducing the concept of environmental literacy through the mangrove ecosystem, which is a natural resource in the Gresik Regency coastal area. The learning method used in this community service program was experiential learning, or learning through direct experience. This method also directly applied the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, where there was significant community involvement in the development of their village. The evaluation results show a statistically significant increase in the knowledge and behaviour of primary-level students towards the environment. The results of this program have implications that crucial issues that are important to know from an early age can be taught through experiential learning methods. Discussions on the program design, results, and obstacles in the field were also presented in this article. Keywords: environmental literacy, mangrove forests, experiential learning
Evaluasi Manajemen dan Finansial Berbasis Implementasi Rancang Bangun Irigasi Tetes sebagai Strategi Adaptasi Perubahan Iklim (Studi pada Petani Jeruk Siam) Romadhon, Muhammad Fauzi; Haryati, Novi; Yustitia, Belinda Putri; Lim, Grace Cintana; Naufal, Aammar Arul; Maulidya, Hasnada Nur
Agrikultura Vol 36, No 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i1.60301

Abstract

Perubahan iklim global meningkatkan kebutuhan akan solusi pertanian yang adaptif terhadap permasalahan yang ditimbulkan perubahan iklim tersebut. Penelitian ini mengevaluasi irigasi tetes untuk budidaya jeruk siam di Desa Pandansari, Kabupaten Malang. Tujuannya adalah untuk menganalisis rancangan dan kinerja teknologi irigasi, menilai aspek ekonomisnya, dan merumuskan strategi pengembangan. Metode deskriptif kuantitatif dan alat pengujian dengan uji-t digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi irigasi tetes menghasilkan berat buah jeruk siam yang secara signifikan lebih berat dibandingkan dengan metode penyiraman manual. Secara ekonomis, penggunaan irigasi tetes ini menghasilkan keuntungan yang cukup tinggi, dengan nilai R/C Ratio yang menguntungkan dalam jangka waktu 5 tahun. Strategi pengembangan meliputi pelatihan dan edukasi masyarakat, kolaborasi dengan pihak terkait, dan penelitian lebih lanjut untuk mengurangi biaya. Dengan implementasi yang baik, teknologi ini diharapkan memberikan manfaat yang signifikan bagi petani jeruk siam dan sektor pertanian secara keseluruhan di masa depan.
Pemberdayaan Petani melalui Kegiatan Penanaman Bambu sebagai Upaya Peningkatan Literasi Lingkungan untuk Perlindungan Sumber Daya Air di Lahan Pertanian Romadhon, Muhammad Fauzi; Saleh, Pran Moch; Fattah, Muh. Firmansyah; Alam, Muh Arif; Afifah, Jati Ratna; Iskandar, Iskandar; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari; Dewi, Farida Ratna; Agriani, Febi; Arifin, Muh Fiqri; Achmal, Noer Meilinda; Isramayana, Isramayana; Fikri, Andi Haikal; Sapara, Fadli Fajar; Zelman, Zelman
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.1004

Abstract

Petani di Desa Punagaya, Kabupaten Jeneponto menghadapi tantangan ganda berupa degradasi lahan dan krisis air tahunan yang diperparah oleh rendahnya literasi lingkungan oleh para petani. Praktik pertanian yang bergantung pada pupuk kimia dan minimnya upaya konservasi mengancam keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut. Menjawab permasalahan ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber mata air di lahan pertanian masyarakat dilaksanakan melalui kemitraan antara PT PLN NP UP Punagaya, IPB University, dan petani lokal. Kegiatan ini menggunakan metode community development dengan pendekatan partisipatif learning by doing yang mengkombinasikan penyuluhan interaktif dengan praktik langsung penanaman bambu di sekitar embung. Evaluasi kegiatan melalui pre-test dan post-test menunjukkan hasil yang sangat positif, di mana terjadi peningkatan literasi lingkungan petani secara signifikan sebesar 54,2% yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, minat, dan motivasi. Kegiatan ini berhasil membentuk area percontohan konservasi air dan menumbuhkan kesadaran serta tanggung jawab kolektif petani terhadap pentingnya perlindungan sumber daya air.
PENINGKATAN ADOPSI INOVASI PEMBENAH TANAH FABA-COMFE MELALUI SEKOLAH LAPANGAN UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PETANI MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN Romadhon, Muhammad Fauzi; Saleh, Pran Moch.; Fattah, Muh. Firmansyah; Afifah, Jati Ratna; Iskandar, Iskandar; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari; Dewi, Farida Ratna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33212

Abstract

Abstrak: Rendahnya produktivitas pertanian di Desa Punagaya disebabkan oleh degradasi tanah akibat ketergantungan pada pupuk kimia serta minimnya pengetahuan petani tentang pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai pembenah tanah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hardskill petani dalam aplikasi pembenah tanah FABA-Comfe dan pertanian berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan sekolah lapangan yang melibatkan 20 petani mitra, di mana efektivitasnya diukur melalui evaluasi kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani sebesar 54,6% setelah mengikuti program. Keberhasilan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran praktik langsung efektif dalam menjembatani riset dengan aplikasi di lapangan, sehingga berpotensi mendorong adopsi inovasi pertanian berkelanjutan.Abstract: Low agricultural productivity in Punagaya Village is caused by soil degradation due to dependency on chemical fertilizers and farmers' limited knowledge of utilizing Fly Ash and Bottom Ash (FABA) as a soil amendment. This community service aims to improve farmers' hardskills and knowledge in applying FABA-Comfe soil amendment through a participatory approach. The methods used were socialization and a field school involving 20 partner farmers, with effectiveness measured through pre-test and post-test questionnaires. The evaluation results show a 54.6% increase in farmers' knowledge and skills after participating in the program. This success indicates that the hands-on learning method is effective in bridging research with on-the-ground application, thus having the potential to encourage the adoption of sustainable agricultural innovations.