Abstrak: Syarat seekor hewan dijadikan hewan kurban adalah sehat atau bebas penyakit dan memenuhi syariat islam. Meningkatkan pengetahuan dan menilai keterampilan petugas pemeriksaan hewan kurban penting dilakukan dengan tujuan memperoleh hewan yang sehat dan memenuhi syariat islam. Oleh karena itu penting dilaksanaakan kegiatan untuk membekali petugas pemeriksaan hewan kurban dengan pengetahuan dan keterampilan sebelum hewan disembelih (antemortem) dan setelah hewan disembelih (postmortem). Kegiatan ini diawali dengan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik langsung untuk menilai keterampilan pemeriksaan antemortem dan postmortem. Mitra yang terlibat terdiri dari 27 orang mahasiswa Koas dari Program Profesi Dokter Hewan Universitas Nusa Cendana dan 30 orang dokter hewan dari berbagai Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Timur. Evaluasi dilakukan berupa pretest dan posttest baik kegiatan penyuluhan maupun keterampilan praktik kerja pemeriksaan antemortem dan postmortem. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Koas dari 70,37% menjadi 100%, serta dokter hewan dari 93,33% menjadi 100%. Kesimpulannya bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam melakukan pemeriksaan hewan kurban.Abstract: The requirements for an animal to be designated as a sacrificial animal are that it must be healthy, free from disease, and comply with Islamic law. Improving the knowledge and assessing the skills of sacrificial animal inspection officers is essential to ensure that the animals are healthy and meet Islamic requirements. Therefore, it is important to conduct activities aimed at equipping inspection officers with the necessary knowledge and skills before the animals are slaughtered (antemortem) and after slaughter (postmortem). The activities began with counseling sessions to enhance knowledge, followed by hands-on practice to assess antemortem and postmortem inspection skills. The participants included 27 clinical students (koas) from the Veterinary Professional Program at Universitas Nusa Cendana and 30 veterinarians from various districts/cities in East Nusa Tenggara. Evaluation was conducted through pretests and posttests for both the counseling sessions and practical inspection skills. The results showed an increase in knowledge and skills, with Koas students improving from 70.37% to 100% and veterinarians from 93.33% to 100%. In conclusion, counseling proved effective in enhancing the knowledge and skills of officers in performing sacrificial animal inspections.
Copyrights © 2025