Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potential Nutrient Content of Pig Feed at various Production Phases in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara Gultom, Roselin; Rinca, Korbinianus Feribertus; Luju, Maria Tarsisia; Bollyn, Maria Febrizki
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.26.2.60-64.2024

Abstract

Pakan babi yang seimbang mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan ternak dengan proporsi yang tepat. Nutrisi ternak yang sudah terpenuhi di seluruh fase produksi, produksi yang dihasilkan akan mempunyai kualitas dan kuantitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi pakan babi pada berbagai fase produksi berdasarkan hasil analisa kandungan nutrisi pakan babi di berbagai fase produksi. Sampel pakan babi di peroleh dari PT Rembu Tedeng Trinusa, Nusa Tenggara Timur. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu Kadar Air (KA), Abu, Protein Kasar (PK), Lemak Kasar (LK), dan Serat kasar (SK). Data penelitian yang diperoleh, dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil analisa menunjukkan semua pakan yang dianalisa mengandung PK rebih rendah dibandingkan dengan SNI 2006 tentang Pakan Babi. Sementara kandungan KA, LK, SK pakan sudah sesuai dengan kebutuhan ternak babi di semua fase produksi.
Studi Kasus : Identifikasi Toxocara cati pada Kucing di Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin Ris, Adryani; Suriansyah, Suriansyah; Citra Septaningsih, Andi; Amelia, Citra; Rinca, Korbinianus Feribertus; Rasdiyanah, Rasdiyanah
Jurnal Veteriner Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jvn.v8i2.24237

Abstract

Toxocariasis is a zoonotic disease caused by infection with the parasitic worm Toxocara cati, which commonly infects cats and can be transmitted to humans. This study aimed to identify the presence of T. cati in cats through macroscopic and microscopic examination of fecal samples. Samples were collected from post-operative cats exhibiting clinical signs such as lethargy and decreased appetite, with adult worms observed in their feces. Examination was conducted using the flotation method with a saturated salt solution. The results revealed the presence of adult T. cati worms with distinct morphological features, including cervical alae on the anterior end and a curved posterior end. Additionally, round-shaped eggs with thick, rough brownish walls were identified. These findings highlight the importance of routine parasitological examinations and regular deworming to prevent the spread of toxocariasis. Maintaining environmental hygiene and feed quality also plays a crucial role in controlling this disease.
SOSIALISASI MANAJEMEN KESEHATAN DAN PENYAKIT PADA TERNAK BABI Nugraha, Elisabeth Yulia; Rinca, Korbinianus Feribertus; Luju, Maria Tarsisia; Bollyn, Yohana Maria Febrizki; Gultom, Roselin; Jeramat, Aleksius Arwandi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26749

Abstract

Abstrak: Sejak zaman nenek moyang, sebagaian besar penduduk Desa Golo Wua bermata pencaharian petani dan peternak dengan latar belakang tingkat pendidikan yang bervariasi. Minimnya pendidikan formal dan non formal di bidang manajemen kesehatan ternak membuat peternak mengalami kerugian ekonomi yang cukup besar. Kolaborasi antara enam orang dosen, sembilan orang mahasiswa, Kepala Desa Golo Wua, Ketua Adat, dan empat puluh lima peternak babi yang berada di Desa Golo Wua bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak babi dalam manajemen kesehatan ternak. Kegiatan ini dimulai dengan survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan peternak melalui metode wawancara kepada pemangku kepentingann di Desa Golo Wua. Hasil wawancara tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan materi dan modul pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan metode partisipatif yang diawali dengan pemberian teori dan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan yang berfokus pada pencegahan penyakit dan kebersihan kandang. Sistem evaluasi menggunakan pretest dan postest untuk menilai efektivitas kegiatan pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan praktik peternak terkait manajemen kesehatan ternak babi dari 53% menjadi 84%. Abstract: Since ancient times, most residents of Golo Wua Village have worked as farmers and livestock breeders, with varying levels of educational backgrounds. Limited formal and informal education in livestock health management has led to significant economic losses for livestock farmers. A collaboration between six lecturers, nine students, the Head of Golo Wua Village, the Traditional Leader, and thirty pig farmers in Golo Wua Village aims to improve the knowledge and skills of pig farmers in livestock health management. This activity began with an initial survey to identify the needs and challenges of farmers through interviews with key stakeholders in Golo Wua Village. The interview results then formed the basis for developing training materials and modules. The training was conducted using a participatory method, beginning with theoretical sessions followed by hands-on practice in the field, focusing on disease prevention and pen hygiene. The evaluation system employed pre-tests and post-tests to assess the effectiveness of this outreach activity. Evaluation results indicated a significant increase in farmers' understanding and practices related to pig health management, from 53% to 84%.