Abstrak: PEKKA merupakan sebuah organisasi non-profit yang berkomitmen pada pemberdayaan perempuan kepala keluarga. Di Kabupaten Karawang, Lokasi center serikat Pekka terletak di Desa Kalibuaya, Kecamatan Telagasari. Salah produk unggulan Pekka Karawang adalah Mie Cangkang Rajungan (Mie Caruka) dan keripik tempe trembesi (Keripik Tempe Basiah). Tempe basiah dapat dikembangkan menjadi keripik tempe sebagai oleh-oleh khas Karawang, sedangkan Mie Caruka masih bertekstur basah sehingga mudah basi dan butuh teknologi untuk mengeringkan mie agar lebih tahan lama. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Kelompok Pekka dalam hal produksi produk unggulan dan pengemasan. Metode pemberdayaan yang digunakan yaitu sosialisasi, pendampingan, dan pelatihan kepada 20 anggota Pekka Karawang. Penilaian perubahan pengetahuan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta kuesioner skala likert untuk menilai perubahan sikap Hasil kegiatan menunjukkan bahwa, (1) terdapat peningkatan pengetahuan anggota pekka Karawang sebelum dan setelah dilaksanakannya sosialisasi sebesar 80%; (2) terdapat perubahan sikap dilihat dari peningkatan minat terhadap produk keripik tempe basiah dan mie cangkang rajungan dengan skor 355 kategori tinggi; dan (3) terdapat peningkatan keterampilan anggota Pekka Karawang dalam membuat dan mengemas keripik tempe basiah dan mie cangkang rajungan.Abstract: PEKKA is a non-profit organization dedicated to empowering female heads of families. The Pekka union center is situated in Kalibuaya Village, Telagasari District, within Karawang Regency. The flagship products of Pekka Karawang are Crab Shell Noodles (Mie Caruka) and Trembesi Tempeh Chips (Keripik Tempe Basiah). Basiah tempeh can be developed into tempeh chips as a typical Karawang souvenir, while Mie Caruka still has a wet texture, making it easily perishable and requiring technology to dry the noodles for longer shelf life. The purpose of this activity is to increase the knowledge, attitudes, and skills of the Pekka Group in terms of producing superior products and packaging. The empowerment strategies employed included socializing, mentoring, and training for 20 members of Pekka Karawang. Knowledge change assessment was conducted using pre-test and post-test questionnaires, as well as a Likert scale questionnaire to assess attitude changes. The results of the activity showed that: (1) there was an 80% increase in the knowledge of Pekka Karawang members before and after the socialization; (2) there was a change in attitude, as evidenced by an increased interest in basiah tempeh chips and crab shell noodles with a score of 355, which is a high category; and (3) there was an improvement in the skills of Pekka Karawang members in making and packaging basiah tempeh chips and crab shell noodles.
Copyrights © 2025