Sumber daya manusia berkualitas tinggi merupakan aset penting bagi bisnis yang ingin memperoleh keunggulan kompetitif berkelanjutan. Namun, prinsip inti organisasi—kesejahteraan psikologis (PW) dan keseimbangan kehidupan kerja (WLB) karyawan—sering terancam oleh meningkatnya tuntutan pasar global, terobosan teknologi yang pesat, dan lingkungan kerja yang menuntut. Setiap tahun, masalah ini, yang ditandai dengan meningkatnya tingkat stres dan kelelahan, mengakibatkan kerugian produktivitas triliunan dolar di seluruh dunia. Akibatnya, Kepemimpinan Transformasional (TR) diakui sebagai katalis penting yang mengubah peran kepemimpinan transformasional dari alat manajemen tugas menjadi alat pengembangan dan pemberdayaan pribadi. Batasan peran kehidupan kerja lebih mudah dikelola dan stres psikologis langsung berkurang dengan elemen TR seperti perhatian yang dipersonalisasi dan motivasi inspiratif. Untuk menutup kesenjangan dalam literatur dengan mengintegrasikan secara menyeluruh kedua hasil penting ini ke dalam satu model, terutama dalam konteks non-Barat, studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memvalidasi secara eksperimental peran ganda kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan keseimbangan kehidupan kerja karyawan.
Copyrights © 2026