Anak sekolah dasar kini hidup di lingkungan yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi membuat mereka mudah terpapar budaya asing, sehingga waktu untuk mengenal nilai budaya lokal semakin berkurang dan dapat melemahkan identitas serta karakter. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana digitalisasi nilai kearifan lokal mendukung pembentukan karakter siswa di era digital dan menganalisis peran guru dalam mengintegrasikan teknologi dan budaya dalam pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrumen panduan observasi, wawancara, dan angket. Informan terdiri dari guru kelas IV dan 17 siswa kelas IV di salah satu SD negeri di Kabupaten Nganjuk yang mengikuti pembelajaran berbasis nilai Nyadran. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi nilai Nyadran melalui media sekolah seperti Smart TV mampu mengenalkan budaya lokal dengan lebih menarik dan mudah dipahami. Integrasi tradisi Nyadran mendorong siswa lebih aktif, menghargai kebersamaan, dan memahami gotong royong sebagai nilai karakter penting. Dengan demikian, digitalisasi kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam pembentukan karakter sekaligus bentuk pelestarian budaya daerah.
Copyrights © 2025