Kinerja konselor merupakan determinan utama dalam peningkatan kualitas layanan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah. Kinerja tersebut tidak hanya dipengaruhi aspek kompetensi personal, tetapi juga faktor eksternal seperti gaya kepemimpinan kepala sekolah dan pelaksanaan supervisi pendidikan. Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang bertanggung jawab mengoordinasikan program, menciptakan iklim kerja kondusif, serta memberikan pembinaan profesional yang berkelanjutan kepada konselor. Namun, temuan awal menunjukkan bahwa implementasi supervisi BK di sekolah masih belum optimal, khususnya pada layanan akademik dan pembinaan profesional, sehingga kinerja konselor belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini didasarkan pada analisis kondisi nyata di SMPN Kecamatan Bathin VIII, yang menunjukkan bahwa manajemen kepala sekolah lebih berorientasi administratif, komunikasi struktural belum terbangun intensif, dan pelaksanaan supervisi masih terbatas pada pemeriksaan administrasi dokumen BK. Keterbatasan fasilitas pendukung BK dan belum terintegrasinya program BK dengan manajemen sekolah menegaskan perlunya penguatan kepemimpinan dan supervisi sebagai strategi peningkatan kinerja konselor. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara empiris pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi terhadap kinerja konselor sehingga dapat memberikan rekomendasi bagi peningkatan mutu layanan BK di sekolah.
Copyrights © 2025