Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Discovery Learning dengan pendekatan kontekstual terhadap kemandirian belajar dan pemahaman konsep matematika materi bangun ruang sisi datar pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental design dengan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (20 siswa) yang menerapkan model Discovery Learning dengan pendekatan kontekstual dan kelompok kontrol (20 siswa) yang menerapkan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep dan angket kemandirian belajar. Analisis data menggunakan uji N-gain, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji-t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model Discovery Learning dengan pendekatan kontekstual efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa dengan nilai N-gain kelompok eksperimen (0,6185) lebih tinggi dari kelompok kontrol (0,5155) dengan perbedaan yang signifikan (t = 3,747; p = 0,001); (2) tidak terdapat perbedaan signifikan pada pemahaman konsep matematika antara kelompok eksperimen (N-gain = 0,5854) dan kelompok kontrol (N-gain = 0,5976) dengan nilai t = -0,590 dan p = 0,559. Disimpulkan bahwa model Discovery Learning dengan pendekatan kontekstual efektif meningkatkan kemandirian belajar namun belum optimal dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika materi bangun ruang sisi datar.
Copyrights © 2025