Perkembangan teknologi digital di era Society 5.0 telah mendorong transformasi signifikan dalam sistem pendidikan, tapi sekaligus memunculkan persoalan filosofis yang mendasar. Fenomena dominasi teknologi dalam kebijakan dan praktik pendidikan sering kali menempatkan aspek teknis dan efisiensi sebagai prioritas, sehingga berpotensi mereduksi makna pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis implementasi teknologi pendidikan di era Society 5.0 dari perspektif filsafat ilmu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan utama, yaitu dominasi pendekatan teknokratis dalam kebijakan pendidikan, lemahnya refleksi epistemologis terkait validitas pengetahuan digital, dan minimnya perhatian terhadap dimensi nilai dan kemanusiaan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi refleksi epistemologis dan aksiologis agar teknologi pendidikan tetap berorientasi pada tujuan humanistik dan pembentukan manusia seutuhnya.
Copyrights © 2025