Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam sapaan yang digunakan Generasi Z dalam komunikasi WhatsApp pertemanan siswa kelas X di SMA Negeri 2 Kota Serang serta mengidentifikasi faktor sosiolinguistik yang memengaruhinya. Latar belakang penelitian berangkat dari perkembangan komunikasi digital yang dipengaruhi teknologi, media sosial, dan budaya populer, sehingga sapaan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penanda identitas kelompok dan dinamika sosial remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, dokumentasi screenshot, dan wawancara terhadap 50 siswa, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi, koding, dan interpretasi berbasis teori sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan lima kategori sapaan, yaitu sapaan nama diri, kekerabatan, jabatan atau peran sosial, identitas kelompok, serta sapaan nonformal atau slang. Pemilihan sapaan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, status sosial, konteks percakapan, dan budaya populer. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi digital telah melahirkan ragam sapaan yang dinamis, kreatif, dan kontekstual, sehingga pemahaman terhadap fenomena ini penting untuk mendukung pembelajaran bahasa Indonesia yang relevan dan membantu guru serta orang tua memahami pola komunikasi generasi muda.
Copyrights © 2025