Proses pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMKN 1 Dlanggu Mojokerto selama ini masih didominasi oleh penggunaan metode ceramah dengan integrasi penggunaan teknologi yang relatif terbatas. Pola pembelajaran yang cenderung monoton, baik dari segi metode, model, maupun media, berdampak pada kondisi psikologis peserta didik, khususnya munculnya rasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran. Situasi tersebut membuat pembelajaran terasa kurang menarik sehingga semangat belajar peserta didik menurun, yang pada akhirnya memengaruhi partisipasi aktif dan daya serap mereka terhadap materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media video berbantuan Qr Code pada elemen NKRI di SMKN 1 Dlanggu Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment. Subjek penelitian terdiri atas peserta didik kelas XI TKJ 1 sebagai kelas kontrol dan kelas XI TKJ 3 sebagai kelas eksperimen, dengan jumlah masing-masing 32 peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan statistik nonparametrik melalui uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) < 0,001, yang mengindikasikan bahwa hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan pada kelas eksperimen yang menerapkan model PBL dengan media video berbantuan QR Code. Temuan ini diperkuat oleh hasil angket respon peserta didik yang diperoleh presentase rata-rata 79% yang menandakan adanya respon positif terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Copyrights © 2025