Pendidikan inklusif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengakomodasi seluruh siswa tanpa pengecualian sebagai upaya membangun karakter anak sekolah dasar sejak dini dengan landasan kesetaraan hak belajar, penghargaan terhadap keberagaman, serta pemerataan akses akademik dan social bagi siswa ABK dan siswa reguler. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusif di SDI Bobou sekaligus menganalisis peran guru, interaksi sosial antar siswa, dukungan orang tua, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan observasi langsung dan wawancara kepada guru di SDI Bobou. Teknik pengumpulan data meliputi observasi interaksi pembelajaran di dalam dan luar kelas, serta wawancara mendalam berkaitan dengan fasilitas, strategi pembelajaran, dan aktivitas sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan inklusif di SDI Bobou berjalan cukup baik, ditandai dengan sikap guru yang adil, penggunaan strategi belajar fleksibel, penyederhanaan materi, pembiasaan nilai karakter, serta interaksi antar siswa yang harmonis tanpa diskriminasi, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas dan kebutuhan pelatihan guru. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif di sekolah dasar menjadi landasan strategis dalam membangun karakter siswa yang toleran, berempati, adaptif, bertanggung jawab, dan siap hidup dalam masyarakat yang beragam, sehingga tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi siswa ABK, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter seluruh siswa di SDI Bobou.
Copyrights © 2026