Kepuasan pernikahan, sebagai salah satu indikator kesejahteraan individu, dapat terancam oleh persepsi stres. Penelitian ini mengeksplorasi inisiatif pertumbuhan pribadi sebagai moderator dalam hubungan antara persepsi stres dan kepuasan pernikahan. Sebanyak 320 partisipan, terdiri dari 67 laki-laki dan 253 perempuan yang diperoleh melalui teknik accidental sampling, mengisi skala Relationship Assessment Scale (RAS), Perceived Stress Scale (PSS), serta Personal Growth Initiative Scale-II (PGIS-II). Analisis data dilakukan menggunakan Hayes’ PROCESS Model 1 dengan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi stres yang tinggi secara signifikan memprediksi penurunan tingkat kepuasan pernikahan. Sementara itu, analisis moderasi menunjukkan bahwa inisiatif pertumbuhan pribadi tidak memoderasi pengaruh persepsi stres terhadap kepuasan pernikahan. Inisiatif pertumbuhan pribadi, sebagai perilaku proaktif pengembangan personal ketika individu menghadapi situasi sulit yang memicu stres, tidak mampu memprediksi peningkatan tingkat kepuasan pernikahan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi sumber stres yang berasal dari dalam dan luar konteks pernikahan. Implikasi penelitian ini adalah perlunya pengembangan kemampuan pengelolaan stres untuk meningkatkan kepuasan pernikahan.
Copyrights © 2026