Tingkat pengangguran terbuka merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kondisi ketenagakerjaan suatu wilayah. Di Provinsi Sumatera Utara, masih terdapat ketimpangan yang mencolok antar kabupaten/kota dalam hal tingkat pengangguran terbuka. Disparitas ini mencerminkan perbedaan dalam akses terhadap pendidikan, lapangan kerja, dan kualitas pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara selama periode 2020–2024. Data yang digunakan merupakan data panel yang terdiri dari 165 pengamatan, yaitu gabungan time series selama tahun 2020 hingga 2024 (5 tahun) dan cross section dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan fixed effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi dan tingkat Pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran terbuka di Provinsi Sumatera Utara. Sebaliknya, jumlah penduduk tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Sumatera Utara. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk sebagai strategi utama dalam menekan angka pengangguran di Sumatera Utara, serta perlunya peningkatan kualitas pendidikan agar lebih efektif mengurangi tingkat pengangguran terbuka.
Copyrights © 2025