Journal of Islamic Law and Wisdom
Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025

Tradisi Yasinan dan Jamuan Makan sebagai Manifestasi Maqashid As-Syari’ah dalam Masyarakat Desa Gunung Labuh, Kabupaten Kerinci

Faizin (Institut Agama Islam Negeri Kerinci)
Ashlih Muhammad Dafizki (Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

This study explores how the Yasinan and communal meal tradition held for seven consecutive days after a person’s death in Gunung Labuh Village, Kerinci Regency, serves as a manifestation of maqashid as-shari‘ah within the community’s socio-religious life. The tradition is not merely a ritual but a cultural expression that strengthens social solidarity and reflects moral and spiritual values. The main research question addresses how the principles of hifz al-din (preservation of religion), hifz al-nafs (preservation of life), and hifz al-mal (preservation of wealth) are embodied in this practice. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews with religious leaders, community figures, and bereaved families, alongside relevant literature analysis. The findings reveal that this tradition reflects a harmonious balance between Islamic teachings and local wisdom, where collective prayer, mutual cooperation, and charity embody the essence of maqashid al-shari‘ah. Hence, the Yasinan and communal meal practice in Gunung Labuh illustrates the dynamic integration of spiritual devotion and social solidarity within the lived experience of the Muslim community.   Penelitian ini membahas bagaimana tradisi Yasinan dan jamuan makan selama tujuh hari berturut-turut setelah kematian di Desa Gunung Labuh, Kabupaten Kerinci, berfungsi sebagai manifestasi maqashid as-syari‘ah dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat. Tradisi ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga wadah penguatan solidaritas sosial dan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan. Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai maqashid as-syari’ah, khususnya hifz al-din, hifz al-nafs, dan hifz al-mal, termanifestasi dalam praktik Yasinan dan jamuan makan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui wawancara dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga penyelenggara tradisi, serta analisis literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini merepresentasikan keseimbangan antara ajaran Islam dan kearifan lokal, di mana doa bersama, gotong royong, dan sedekah menjadi sarana pemeliharaan agama, jiwa, dan harta. Dengan demikian, praktik Yasinan dan jamuan makan di Desa Gunung Labuh merupakan wujud harmonisasi antara nilai spiritual dan sosial yang hidup secara dinamis dalam bingkai maqashid as-syari‘ah.  

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jilaw

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Journal on Islamic Law and Wisdom (JILAW) focuses on field research and literature reviews in the field of Islamic law. The journal aims to present scholarly perspectives on the development, application, and contextualization of Islamic legal thought in response to contemporary challenges, ...