Penelitian ini menganalisis distribusi dan keseimbangan pasar bayam di Kota Bengkulu menggunakan dua pendekatan: deterministik dan stokastik. Data tahun 2021-2024 dari Kementerian Pertanian digunakan untuk membangun model supply-demand. Pendekatan deterministik menunjukkan harga keseimbangan Rp7.640/kg dan volume 1.228 ton. Sementara itu, pendekatan stokastik melalui simulasi Monte Carlo (1.000 iterasi) menunjukkan harga rata-rata keseimbangan Rp7.600 150/kg dengan probabilitas kelebihan pasokan sebesar 73.4%. Koefisien variasi pasokan dan permintaan masing-masing 7.0% dan 7.9%, menandakan stabilitas relatif namun dengan risiko distribusi tidak merata. Hasil ini sejalan dengan studi serupa di Semarang dan Bandung yang menemukan pola over-supply sayur daun akibat distribusi lokal yang terbatas. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem distribusi berbasis data stokastik untuk perencanaan produksi bayam di Kota Bengkulu.
Copyrights © 2025