Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan produksi biskuit Gem Bunga di PT. XYZ menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). PT. XYZ sebagai salah satu produsen biskuit terkemuka, menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk dan efisiensi produksi, khususnya pada produk biskuit Gem Bunga yang sering mengalami kegagalan. Kegagalan produksi ini meliputi berbagai aspek, seperti produk gosong, produk hancur, gula cream masih lembek, hingga kerusakan kemasan, yang berpotensi menyebabkan kerugian finansial dan penurunan kepuasan pelanggan. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan dan mengevaluasi tingkat risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan November-Januari, kegagalan produksi paling sering disebabkan oleh gula cream pada biskuit masih basah atau proses oven tidak sempurna, dengan jumlah deffect sebanyak 87 atau 57% dari total kegagalan produksi. Selain itu, faktor produk gosong pada biskuit memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 112 dengan presentase RPN 40%.
Copyrights © 2025