Mustaqim
Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Penyebab Kegagalan Produksi Biskuit Gem Bunga PT. XYZ dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Lilik Eliyah; Hanum Muyasaro; Mustaqim
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/4draz759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan produksi biskuit Gem Bunga di PT. XYZ menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). PT. XYZ sebagai salah satu produsen biskuit terkemuka, menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk dan efisiensi produksi, khususnya pada produk biskuit Gem Bunga yang sering mengalami kegagalan. Kegagalan produksi ini meliputi berbagai aspek, seperti produk gosong, produk hancur, gula cream masih lembek, hingga kerusakan kemasan, yang berpotensi menyebabkan kerugian finansial dan penurunan kepuasan pelanggan. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan dan mengevaluasi tingkat risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan November-Januari, kegagalan produksi paling sering disebabkan oleh gula cream pada biskuit masih basah atau proses oven tidak sempurna, dengan jumlah deffect sebanyak 87 atau 57% dari total kegagalan produksi. Selain itu, faktor produk gosong pada biskuit memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 112 dengan presentase RPN 40%.
Analisis Penyebab Kegagalan Produksi Biskuit Gem Bunga PT. XYZ dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Lilik Eliyah; Hanum Muyasaro; Mustaqim
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/4draz759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan produksi biskuit Gem Bunga di PT. XYZ menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). PT. XYZ sebagai salah satu produsen biskuit terkemuka, menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk dan efisiensi produksi, khususnya pada produk biskuit Gem Bunga yang sering mengalami kegagalan. Kegagalan produksi ini meliputi berbagai aspek, seperti produk gosong, produk hancur, gula cream masih lembek, hingga kerusakan kemasan, yang berpotensi menyebabkan kerugian finansial dan penurunan kepuasan pelanggan. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan dan mengevaluasi tingkat risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan November-Januari, kegagalan produksi paling sering disebabkan oleh gula cream pada biskuit masih basah atau proses oven tidak sempurna, dengan jumlah deffect sebanyak 87 atau 57% dari total kegagalan produksi. Selain itu, faktor produk gosong pada biskuit memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 112 dengan presentase RPN 40%.
Edukasi Pengelolaan Sampah dan Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Briket di Desa Balunganyar Lekok Pasuruan sofiyulloh; Senjaya Machfudi Zulkif; Dessy Boegiyati; Iis Riyana; Mokhammad Ainul Yaqin; Mustaqim; Ratna Diah Yuniawati
Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Juni)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/maslahat.v6i2.1613

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Balunganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, terhadap pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah peternakan, khususnya kotoran sapi, menjadi energi alternatif berupa briket. Metode yang digunakan meliputi edukasi lingkungan melalui workshop, kerja bakti, pemasangan plang informasi, serta pelatihan pembuatan ecobrick dan briket dari kotoran sapi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas dan teknologi tepat guna. Pemanfaatan kotoran sapi menjadi briket terbukti sebagai solusi yang aplikatif, ramah lingkungan, dan berpotensi meningkatkan kemandirian energi serta ekonomi lokal. Kegiatan ini juga memperkuat peran masyarakat sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan desa secara berkelanjutan.