This study examines the exploitation of women in Christian worship, focusing on 1 Timothy 2:11-12 through Liberation Theology. The method used is qualitative research with a literature review, gathering and analyzing relevant literature on gender issues and the restriction of women's roles in the context of worship. The analysis results show that the limitations stated in these verses not only cause discrimination but also hinder the spiritual development of women and their contributions to the faith community. Through the perspective of Liberation Theology, this research emphasizes the importance of challenging traditional interpretations that impose restrictions, supporting social justice, and empowering women. By empowering women and raising collective awareness of gender equality, the church can create an inclusive and just environment. This study affirms that every individual, regardless of gender, has equal potential in ministry, thus encouraging contributions toward a more equitable future within the Christian community. Artikel ini mengkaji eksploitasi kaum perempuan dalam ibadah Kristen dengan fokus pada 1 Timotius 2:11-12 melalui teologi pembebasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka, yang mengumpulkan dan menganalisis literatur terkait isu gender dan pembatasan peran perempuan dalam konteks ibadah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembatasan yang tercantum dalam ayat tersebut tidak hanya menimbulkan diskriminasi, tetapi juga menghambat perkembangan spiritual perempuan dan kontribusi mereka dalam komunitas iman. Melalui lensa Teologi Pembebasan, menyoroti pentingnya menantang interpretasi tradisional yang membatasi dan mendukung keadilan sosial serta pemberdayaan perempuan. Dengan memberdayakan perempuan dan membangun kesadaran kolektif tentang kesetaraan gender, gereja dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan adil. Artikel ini menegaskan bahwa setiap individu, tanpa memandang gender, memiliki potensi yang sama dalam pelayanan, sehingga mendorong kontribusi untuk masa depan yang lebih setara dalam komunitas Kristen.
Copyrights © 2025