Jhonnedy Kolang Nauli Simatupang
Sekolah Tinggi Teologi Wesley Methodist Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Teologi Pembebasan dalam Konteks Pembatasan Kaum Perempuan dalam Ibadah berdasarkan 1 Timotius 2:11-12 Jhonnedy Kolang Nauli Simatupang
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 7 No. 2: Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/v4vgxy60

Abstract

This study examines the exploitation of women in Christian worship, focusing on 1 Timothy 2:11-12 through Liberation Theology. The method used is qualitative research with a literature review, gathering and analyzing relevant literature on gender issues and the restriction of women's roles in the context of worship. The analysis results show that the limitations stated in these verses not only cause discrimination but also hinder the spiritual development of women and their contributions to the faith community. Through the perspective of Liberation Theology, this research emphasizes the importance of challenging traditional interpretations that impose restrictions, supporting social justice, and empowering women. By empowering women and raising collective awareness of gender equality, the church can create an inclusive and just environment. This study affirms that every individual, regardless of gender, has equal potential in ministry, thus encouraging contributions toward a more equitable future within the Christian community.   Artikel ini mengkaji eksploitasi kaum perempuan dalam ibadah Kristen dengan fokus pada 1 Timotius 2:11-12 melalui teologi pembebasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka, yang mengumpulkan dan menganalisis literatur terkait isu gender dan pembatasan peran perempuan dalam konteks ibadah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembatasan yang tercantum dalam ayat tersebut tidak hanya menimbulkan diskriminasi, tetapi juga menghambat perkembangan spiritual perempuan dan kontribusi mereka dalam komunitas iman. Melalui lensa Teologi Pembebasan, menyoroti pentingnya menantang interpretasi tradisional yang membatasi dan mendukung keadilan sosial serta pemberdayaan perempuan. Dengan memberdayakan perempuan dan membangun kesadaran kolektif tentang kesetaraan gender, gereja dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan adil. Artikel ini menegaskan bahwa setiap individu, tanpa memandang gender, memiliki potensi yang sama dalam pelayanan, sehingga mendorong kontribusi untuk masa depan yang lebih setara dalam komunitas Kristen.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP UPAYA MODERASI BERAGAMA PADA MULTIKULTURALISME PESERTA DIDIK YAYASAN RUMAH BELAJAR BABA jhonnedy Kolang Nauli Simatupang
Logia Vol 7, No 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v7i1.229

Abstract

Penelitian ini meneliti peran pendidikan agama Kristen dalam membangun moderasi beragama di Yayasan Rumah Belajar Baba, Kabupaten Bogor, yang menghadapi masyarakat multikultural. Metode kualitatif digunakan, termasuk wawancara dengan guru, peserta didik, dan orangtua/wali, serta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen di Yayasan Rumah Belajar Baba ini menghadapi tantangan dalam mengajarkan nilai-nilai Kristen sambil mengakui keberagaman peserta didik. Kasus intoleransi, seperti perundungan dan kekerasan verbal, mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih inklusif. Selain itu, pengaruh negatif dari lingkungan sosial radikal juga terdeteksi.Pembahasan menunjukkan bahwa meskipun kurikulum pendidikan agama Kristen telah mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama seperti toleransi, keadilan, dan empati, masih diperlukan penyesuaian untuk memastikan materi ajar mencerminkan keberagaman dan memfasilitasi dialog antarbudaya. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi pendidik, pembaruan materi ajar, dan keterlibatan aktif dengan komunitas lintas agama. Dengan langkah-langkah ini, pendidikan agama Kristen di Yayasan Rumah Belajar Baba diharapkan dapat lebih efektif dalam mempromosikan moderasi beragama dan menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan inklusif.
Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction dan Peran Guru Sekolah Minggu Terhadap Pertumbuhan Iman Anak Usia Dini di Sekolah Minggu OI Bukit Sion-Lampung Jhonnedy Kolang Nauli Simatupang; Yosef kurniawan
JURNAL TALITAKUM: JURNAL PENDIDIKAN KRISTEN ANAK USIA DINI Vol 4 No 1 (2025): Talitakum: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : PRODI PKAUD, IAKN TARUTUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69929/talitakum.v4i1.3

Abstract

Pentingnya pendekatan pembelajaran yang tepat untuk mendukung perkembangan iman anak usia dini di Sekolah Minggu menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Dalam hal ini, pendekatan Differentiated Instruction, yang menyesuaikan metode pengajaran dengan gaya belajar anak, serta peran guru Sekolah Minggu sebagai pembimbing rohani, diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan penerapan ajaran iman Kristen pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak gabungan antara pendekatan Differentiated Instruction dan peran guru Sekolah Minggu terhadap pertumbuhan iman anak usia dini di Sekolah Minggu GKOI Bukit Sion-Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei, yang melibatkan pengumpulan data melalui angket yang disebarkan kepada orang tua anak-anak yang mengikuti Sekolah Minggu. Angket ini mencakup pertanyaan yang menggali pandangan orang tua mengenai pengaruh pembelajaran yang dibedakan dan peran guru terhadap perkembangan iman anak mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Differentiated Instruction dan Peran Guru Sekolah Minggu berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Iman Anak Usia Dini di Sekolah Minggu GKOI Bukit Sion-Lampung. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum dan metode pengajaran di Sekolah Minggu, sekaligus memberi wawasan bagi orang tua dan pendidik dalam membimbing anak-anak menuju pertumbuhan iman yang lebih holistik.
Implementasi Differentiated Instruction dalam Pendidikan Agama Kristen untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Peserta Didik Jhonnedy Kolang Nauli Simatupang; Hizkia Lumban Tungkup
Jurnal Kala Nea Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v6i1.184

Abstract

The implementation of Differentiated Instruction (DI) in Christian Religious Education aims to help students overcome difficulties in managing their emotions through an approach that adjusts teaching methods and the emotional needs of individuals. This study uses a qualitative approach with a literature review to examine how DI can be applied in the context of Christian religious education to support the emotional development of students. Based on the literature review, DI, which includes adjustments in content, process, product, and learning environment, is effective in creating an inclusive and responsive learning experience that meets the needs of students. Using Bible stories and applying moral values such as love, forgiveness, and patience, DI also provides space for students to better understand and manage their emotions. This study demonstrates that by adapting teaching approaches to the emotional needs of students, DI not only supports academic achievement but also helps them manage their feelings and develop better character.