Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Vol 6, No 2 (2026): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika

PENDERITAAN AYUB: PRATRAGEDI, TRAGEDI DAN PASCAPEMULIHAN

Sia Kok Sin (Sekolah Tinggi Teologi Aletheia, Lawang, Jawa Timur)



Article Info

Publish Date
30 Jan 2026

Abstract

AbstractThe Book of Job is a book about suffering, centered on its main character, Job, a righteous man who experiences great suffering. Scholars generally discuss Job’s extraordinary pre-tragedy condition, the intense suffering after the tragedy, and the improved condition following God's restoration. However, scholars have paid less attention to Job’s suffering before the tragedy and after the restoration. Using a psychological approach, this article aims to complement previous studies by exploring Job’s suffering both before the tragedy and after his restoration. The author argues that even before the tragedy, Job had to endure a certain kind of hardship or suffering, as his "obsessional personality" made him an outsider within his own family and a loner. Job also found it difficult to gain true friends or companions because of his extraordinary success and wealth. The divine restoration at the end of the book does not free Job from suffering. The seven sons and three daughters granted to him as part of the restoration certainly cannot erase his memory about the children he lost in the previous tragedy. Likewise, the return of his brothers and acquaintances cannot erase Job’s feelings of pain from facing such a great tragedy in his solitude, as they had previously abandoned him. The study of Job’s life concludes that throughout human life, suffering is always present. AbstrakKitab Ayub adalah kitab tentang penderitaan dan dengan tokoh utamanya, yaitu Ayub, seorang saleh yang menderita. Para ahli umumnya membahas kondisi Ayub yang luar biasa pratragedi, penderitaan yang hebat pascatragedi dan kondisi yang lebih baik pascapemulihan Allah. Para ahli tidak atau kurang membahas topik penderitaan Ayub pratragedi dan pascapemulihan. Dengan bantuan pendekatan psikologis, artikel ini akan melengkapi penelitian sebelumnya, dengan membahas penderitaan Ayub pratragedi dan pasca pemulihan. Penulis berpendapat bahwa pratragedi pun Ayub dengan harus menanggung semacam kesulitan atau penderitaan, oleh karena dengan “obssesional personality” Ayub adalah “the outsider of his family and a loner.” Ayub juga sulit untuk mendapatkan teman atau sahabat yang sejati oleh karena kesuksesan dan kekayaannya yang luar biasa. Pemulihan Allah dalam bagian akhir kitab ini, tidak menyebabkan Ayub bebas dari penderitaan. Tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan yang dikaruniakan Allah sebagai bagian pemulihan, tentu tidak akan menghapus anak-anaknya yang meninggal dalam tragedi sebelumnya. Juga kembalinya para saudara dan kenalannya tentu tidak menghapus perasaan luka Ayub yang harus menghadapi tragedi yang hebat dalam kesendiriannya, oleh karena para saudara dan kenalannya meninggalkannya. Penelitian kehidupan Ayub memberikan kesimpulan bahwa sepanjang hidup manusia selalu ditemani dengan penderitaan. 

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

solagratia

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi di bidang Teologi Biblika dan Praktika. Focus dan Scope penelitian SOLA GRATIA adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologi Pastoral 3. Teologi ...