SIN, SIA KOK
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Problematika Penerapan Hukum Pernikahan Levirat dan Penebusan Tanah Warisan dalam Kitab Rut Sin, Sia Kok
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.280

Abstract

AbstrakHukum penebusan tanah warisan (Imamat 25) dan pernikahan levirat (Ulangan 25) merupakan dua hukum yang berkaitan dengan proses penebusan dalam kitab Rut. Pembacaan yang teliti terhadap proses penebusan dalam Rut 4 akan menghasilkan kesimpulan bahwa adanya perbedaan dalam pengaplikasian hukum dalam Imamat 25 dan Ulangan 25. Para ahli cenderung untuk menerima atau menolak kedua hukum ini sebagai latar belakang penebusan dalam kitab Rut, tetapi tidak berupaya untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada. Penulis berupaya untuk memberikan pendapatnya tentang alasan dan latar belakang yang dapat menjembatani perbedaan-perbedaan itu. Salah satu faktor yang menjadi penyebab perbedaan itu adalah latar belakang Rut sebagai seorang perempuan Moab. Hal yang sangat penting dalam upaya pengaplikasian hukum-hukum ini adalah hesed (kasih setia). Hesed inilah yang menjadi dasar dan motivasi dalam pengaplikasian hukum-hukum ini, sehingga nampak adanya peluasan, penggabungan dan penyesuaian dalam upaya pengaplikasian hukum-hukum itu. 
Studi Kejadian 2:4b-3:24 dengan konsep naratologi Tzvetan Todorov Setiawan, Yohanes; Sin, Sia Kok
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.818

Abstract

This study aims to analyze the narrative of Genesis 2:4 b-3:24 using Tzvetan Todorov's narratology theory, which consists of five phases: equilibrium, disruption, recognition, repair, and new equilibrium. This study uses a descriptive-qualitative approach to reveal the socio-theological aspects present in the text. The findings show that the narrative structure reflects a cycle of harmony and conflict, starting with the initial equilibrium of the relationship between God, humans, and creation. Disruption occurs through the serpent's temptation, which leads to human transgression and subsequent acts of recognition. The narrative continues to repair, where consequences are imposed, and finally reaches a new equilibrium that illustrates God's justice and mercy in providing a new beginning for humans. This analysis not only enhances the understanding of the socio-theological implications of the text but also invites a re-evaluation of traditional interpretations of humanity's expulsion from Eden and the ongoing relationship between society, creation, and God.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi Kejadian 2:4 b-3:24 menggunakan teori naratologi Tzvetan Todorov, yang terdiri dari lima fase: equilibrium, disruption, recognition, repair, dan new equilibrium. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk mengungkap aspek sosial-teologis yang ada dalam teks. Temuan menunjukkan bahwa struktur narasi mencerminkan siklus harmoni dan konflik, dimulai dengan equilibrium awal hubungan antara Tuhan, manusia, dan ciptaan. Disruption terjadi melalui godaan ular, yang mengarah pada pelanggaran manusia dan selanjutnya ada aksi recognition. Narasi berlanjut ke repair, di mana konsekuensi dipaksakan, dan akhirnya mencapai new equilibrium yang menggambarkan keadilan dan belas kasihan Tuhan dalam memberikan awal yang baru bagi manusia. Analisis ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang implikasi sosial-teologis dari teks tetapi juga mengundang evaluasi ulang terhadap interpretasi tradisional mengenai pengusiran manusia dari Eden dan hubungan yang berkelanjutan antara umat manusia, ciptaan dan Tuhan.
PENDERITAAN AYUB: PRATRAGEDI, TRAGEDI DAN PASCAPEMULIHAN Sin, Sia Kok
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 6, No 2 (2026): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v6i2.427

Abstract

AbstractThe Book of Job is a book about suffering, centered on its main character, Job, a righteous man who experiences great suffering. Scholars generally discuss Job’s extraordinary pre-tragedy condition, the intense suffering after the tragedy, and the improved condition following God's restoration. However, scholars have paid less attention to Job’s suffering before the tragedy and after the restoration. Using a psychological approach, this article aims to complement previous studies by exploring Job’s suffering both before the tragedy and after his restoration. The author argues that even before the tragedy, Job had to endure a certain kind of hardship or suffering, as his "obsessional personality" made him an outsider within his own family and a loner. Job also found it difficult to gain true friends or companions because of his extraordinary success and wealth. The divine restoration at the end of the book does not free Job from suffering. The seven sons and three daughters granted to him as part of the restoration certainly cannot erase his memory about the children he lost in the previous tragedy. Likewise, the return of his brothers and acquaintances cannot erase Job’s feelings of pain from facing such a great tragedy in his solitude, as they had previously abandoned him. The study of Job’s life concludes that throughout human life, suffering is always present. AbstrakKitab Ayub adalah kitab tentang penderitaan dan dengan tokoh utamanya, yaitu Ayub, seorang saleh yang menderita. Para ahli umumnya membahas kondisi Ayub yang luar biasa pratragedi, penderitaan yang hebat pascatragedi dan kondisi yang lebih baik pascapemulihan Allah. Para ahli tidak atau kurang membahas topik penderitaan Ayub pratragedi dan pascapemulihan. Dengan bantuan pendekatan psikologis, artikel ini akan melengkapi penelitian sebelumnya, dengan membahas penderitaan Ayub pratragedi dan pasca pemulihan. Penulis berpendapat bahwa pratragedi pun Ayub dengan harus menanggung semacam kesulitan atau penderitaan, oleh karena dengan “obssesional personality” Ayub adalah “the outsider of his family and a loner.” Ayub juga sulit untuk mendapatkan teman atau sahabat yang sejati oleh karena kesuksesan dan kekayaannya yang luar biasa. Pemulihan Allah dalam bagian akhir kitab ini, tidak menyebabkan Ayub bebas dari penderitaan. Tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan yang dikaruniakan Allah sebagai bagian pemulihan, tentu tidak akan menghapus anak-anaknya yang meninggal dalam tragedi sebelumnya. Juga kembalinya para saudara dan kenalannya tentu tidak menghapus perasaan luka Ayub yang harus menghadapi tragedi yang hebat dalam kesendiriannya, oleh karena para saudara dan kenalannya meninggalkannya. Penelitian kehidupan Ayub memberikan kesimpulan bahwa sepanjang hidup manusia selalu ditemani dengan penderitaan.