Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Vol 6, No 2 (2026): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika

MENGHADAPI FENOMENA FLEXING CULTURE: KAJIAN INTERPRETATIF BERDASARKAN AMSAL 11:28

Aska Aprilano Pattinaja (Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ambon)
Farel Yosua Sualang (Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
30 Jan 2026

Abstract

Budaya flexing merupakan fenomena masa kini yang sementara berkembang di mana banyak anak muda sampai orang tua, dapat terjebak dalam trend ini. Sebagian besar perilaku flexing sangat berorientasi kepada memamerkan kekayaan secara berlebihan, bahkan ada orang yang sengaja membuat pencitraan agar terlihat kaya. Menariknya Amsal 11:28 secara jelas telah menulis tentang karakter yang mempercayakan diri kepada kekayaan akan berakibat kepada konsekuensi yang dialami, yakni mengalami kejatuhan. Pola karakter-konsekuensi merupakan pola struktur yang ada di dalam kitab Amsal yang memperhatikan adanya karakter yang dilakukan sehingga menghasilkan konsekuensi yang diterima. Belum ada penelitian yang membahas secara khusus tentang hal ini. Karena itulah, artikel ini akan membahas tentang bagaimana menghadapi gempuran budaya flexing berdasarkan peringatan Firman Tuhan lewat analisa pola perkataan karakter-konsekuensi dalam Amsal 11:28 dengan menggunakan metode kualitatif dengan sub interpretative design khususnya hermeneutika sastra hikmat. Penelitian ini menemukan bahwa pertama, mempercayakan diri kepada kekayaan adalah hal yang bodoh dan membawa kepada kejatuhan; kedua, kekayaan tidak bisa menjamin keberlangsungan hidup seseorang tetap baik dan tenteram; dan ketiga, menjadi orang benar (menaruh kepercayaan hanya kepada Tuhan) adalah kunci dari keberhasilan dan kesuksesan. Hasil penelitian ini menjadi peringatan bagi siapa saja yang mau hidup dalam budaya flexing sehingga terhindar dari kejatuhan. The flexing culture is a growing contemporary phenomenon where many young and old people can get caught up in this trend. Most flexing behaviors are very much oriented towards excessive flaunting of wealth, and some people even deliberately create an image to look rich. Interestingly, Proverbs 11:28 clearly states that the act of trusting in wealth will result in the consequence of experiencing a fall. The action-consequence pattern is a structural pattern in the book of Proverbs that takes into account actions based on choices and decisions that result in consequences that will be received. There is no research that specifically discusses this. Therefore, this article will discuss how to deal with the onslaught of flexing culture based on the warning of God's Word through analyzing the pattern of action-consequence words in Proverbs 11:28 using qualitative methods with sub interpretative design, especially wisdom literature hermeneutics. This study found that first, trusting in wealth is foolish and leads to downfall; second, wealth cannot guarantee that one's life will remain good and peaceful; and third, being righteous (trusting only in God) is the key to success and success. The results of this study serve as a warning to anyone who wants to live in a flexing culture so as to avoid the fall.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

solagratia

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi di bidang Teologi Biblika dan Praktika. Focus dan Scope penelitian SOLA GRATIA adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologi Pastoral 3. Teologi ...