Latar Belakang: Anak Usia biasanya kurang menyukai buah dan sayur yang menjadi penyebab rendahnya konsumsi makanan tersebut. Zat gizi yang ada didalam buah dan sayur dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak sampai pada pencegahan penyakit-penyakit pada usia kurang dari 6 tahun. Di TK ABA 8 Samarinda, ditemukan masih ada 47,6% siswa yang tidak menyukai sayur dan 14,3% tidak menyukai buah. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dilakukan kegiatan pengenalan buah dan sayur kepada sayur di TK ABA 8 Samarinda. Dengan menggunakan permainan warna dan jenis buah dan sayur. Tujuan: Mengetahui peningkatan kemampuan mengenal warna buah dan sayur setelah mengikuti edukasi Metode: Penelitian ini menggunakan total sampling pada seluruh siswa TK ABA 8 Samarinda yang berjumlah 42 orang. Quasi eksperimen one group pretest posttest digunakan untuk mengukur keterampilan warna dan jenis pada buah dan sayur siswa TK sebelum dan setelah intervensi dengan menggunakan alat ukur lembar observasi. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2024, di TK ABA 8 Samarinda. Hasil: Setelah dilakukan observasi sebelum dan setelah intervensi maka ditemukan bahwa siswa TK ABA 8 Samarinda mampu meningkatkan kemampuan mengenal warna buah dan sayur. Uji Mann Whitney digunakan dalam penelitian ini dengan hasil pretest posttest dalam menyebutkan warna didapatkan nilai signifikansi P<0.025. Selain peningkatan keterampilan menyebutkan warna, petualangan warna warni yang dilakukan juga dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam mengkategorikan buah dengan P<0.003 dan mengkategorikan sayur P<0.000. Kesimpulan: Permainan petualangan warna warni dengan peran aktif siswa TK bermain warna dapat meningkatkan keterampilan siswa TK ABA 8 Samarinda dalam menyebutkan warna, mengkategorikan jenis buah dan sayur setelah dilakukan intervensi. Perlu adanya pengembangan pembelajaran siswa TK dengan menggunakan media pembelajaran yang penuh warna dan berbentuk sesuai wujud aslinya untuk meningkatkan wawasan anak usia dini.
Copyrights © 2025