cover
Contact Name
Ika Wirya Wirawanti
Contact Email
admin@jurnalgiziunmul.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@jurnalgiziunmul.com
Editorial Address
Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Integrated Nutrition Journal
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 31108520     DOI : https://doi.org/10.30872/
Integrated Nutrition Journal (Intg. Nut. J.) menerima artikel penelitian asli, kajian pustaka, dan laporan kasus dalam bidang: Gizi masyarakat Gizi klinik Gizi institusi Gizi pangan Pengembangan produk pangan dan gizi Keamanan pangan dan gizi Teknologi pangan dan gizi Kebijakan dan program gizi Topik relevan lainnya dalam bidang ilmu gizi
Articles 10 Documents
Analisis Kapasitas Antioxidant Minuman Sumber Vitamin C: Antioxidant Capacity Analysis of Vitamin C Source Drink Fahrul Rozi; Chaidir Masyhuri Majiding; Muhammad Nuzul Azhim Ash Siddiq; Karera Aryatika; Ika Wirya Wirawanti; Anitatia Ratna Megasari
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/137pk375

Abstract

Latar Belakang: Antioksidan adalah suatu reduktan yang dapat memberikan elektron untuk menghambat reaksi oksidasi dengan cara mengikat radikal bebas yang sangat reaktif. Melalui kemampuannya ini, antioksidan dapat mencegah berbagai kondisi patologis pada manusia seperti beberapa penyakit tidak menular, antara lain penyakit jantung, kanker, diabetes melitus, hipertensi, dan sebagainya. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang untuk mengetahui proses analisis kandungan antioksidan dari sampel yang merupakan sumber antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan pada bahan pangan yang merupakan sumber antioksidan  serta mengetahui metode yang digunakan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari bahan pangan tersebut. Metode: Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Desember 2021 di Laboratorium Biokimia, Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi minuman kesehatan sebagai sumber vitamin C (You C 1000 Lemon Water; mengandung 1000 mg vitamin C), larutan standar asam askorbat (1 mg/mL), DPPH, metanol, dan air suling. Alat yang digunakan antara lain labu ukur, mikropipet, pipet Mohr dan bola hisap, gelas ukur, vortex mixer, spektrofotometer, kuvet, tisu, dan lemari tertutup. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan adalah metode DPPH. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran standar pada konsentrasi 0,5–10 mg/dL menghasilkan nilai absorbansi yang ideal (0,289–0,701). Semakin tinggi konsentrasi pada standar, maka nilai absorbansi menurun, yang menunjukkan semakin banyak elektron yang didonorkan oleh asam askorbat untuk menstabilkan radikal bebas DPPH. Kesimpulan: Persentase inhibisi tertinggi ditemukan pada konsentrasi 0,833 mg/dL yaitu sebesar 84,88%. Rata-rata persen inhibisi pada sampel adalah sebesar 83,41%.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Penyapu Jalan di Kota Samarinda: Factors Associated with Hypertension among Street Sweepers in Samarinda City Erri Larene Safika; Ayudhia Rachmawati; Syamsir Syamsir; Anitatia Ratna Megasari
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/sbbvbp95

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Aktivitas fisik diketahui sebagai faktor protektif terhadap hipertensi, namun hal tersebut belum tentu sepenuhnya melindungi kelompok pekerja fisik seperti penyapu jalan. Di Kota Samarinda, penyapu jalan berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, namun kondisi kesehatan mereka sering kali terabaikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada penyapu jalan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 48 penyapu jalan di Kota Samarinda yang dipilih menggunakan total dan purposive sampling. Variabel yang diukur antara lain kejadian hipertensi, jenis kelamin, lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-pinggul, kebiasaan merokok, dan asupan zat gizi (energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, natrium). Analisis bivariat dilakukan dengan Uji Chi Square. Hasil: Sebanyak 68,7% responden mengalami hipertensi, dan seluruh responden laki-laki mengalami hipertensi. Terdapat hubungan antara kejadian hipertensi dengan jenis kelamin (p=0,044) dan asupan protein (p=0,034), namun tidak dengan lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-pinggul, kebiasaan merokok, dan asupan energi, lemak, karbohidrat, serat, dan natrium. Kesimpulan: Penyapu jalan perlu menjadi sasaran untuk program pencegahan dan penanggulangan hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dan Riwayat Pemberian ASI dengan Status Gizi Anak Usia 12-59 Bulan Berdasarkan Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF): Maternal Nutritional Knowledge and Breastfeeding Practices: Their Association with CIAF-Based Nutritional Status Among Under-Five Children (12-59 Months Old) Muhammad Nuzul Azhim Ash Siddiq; Fahrul Rozi; Chaidir Masyhuri Majiding; Karera Aryatika; Anitatia Ratna Megasari
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jf504v32

Abstract

Latar Belakang: Malnutrisi pada anak balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global yang kompleks, seringkali tersembunyi jika hanya menggunakan indikator antropometri tunggal. Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF) menawarkan gambaran komprehensif mengenai berbagai bentuk kegagalan pertumbuhan pada masa balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu dan riwayat pemberian ASI dengan status gizi anak usia 12-59 bulan berdasarkan Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF). Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang melibatkan 106 balita berusia 12-59 bulan beserta ibu/pengasuh utamanya di Kecamatan Loa Janan dan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Data status gizi balita (CIAF) diperoleh melalui pengukuran antropometri langsung, sedangkan data pengetahuan gizi ibu dan riwayat pemberian ASI dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi univariat (proporsi) dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0.05 dan derajat risiko dinyatakan dalam Odds Ratio (OR), menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil: Sebanyak 55.7% balita mengalami kegagalan antropometri atau gizi lebih berdasarkan CIAF. Mayoritas ibu (81.1%) memiliki pengetahuan gizi baik, dan 51.9% balita mendapatkan ASI eksklusif. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan secara statistik antara pengetahuan gizi ibu (OR=1.615; p=0.351) maupun riwayat pemberian ASI (OR=0.594; p=0.185) dengan status gizi balita berdasarkan CIAF. Kesimpulan: Pengetahuan gizi ibu dan riwayat pemberian ASI tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi balita yang dinilai menggunakan CIAF pada populasi studi ini. Penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain atau ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengidentifikasi determinan status gizi CIAF.
Hubungan antara Kejadian Green Tobacco Sickness, Tingkat Asupan dan Status Gizi pada Anak Petani Tembakau di Wilayah Perkebunan Tembakau, Puger, Jember: The Relationship between the Incidence of Green Tobacco Sickness, Nutritional Intake and Malnutrition in Children of Tobacco Farmers in the Tobacco Plantation Area, Puger, Jember Karera Aryatika; Ika Wirya Wirawanti; Muhammad Nuzul Azhim Ash Siddiq; Fahrul Rozi; Chaidir Masyhuri Majiding; Anitatia Ratna Megasari
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bv3srg34

Abstract

Latar Belakang: Anak-anak yang bekerja di lingkungan perkebunan tembakau memiliki risiko tinggi terkena Green Tobacco Sickness (GTS), yaitu keracunan nikotin akibat kontak langsung dengan daun tembakau. GTS diketahui dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan penurunan nafsu makan, yang berdampak pada penurunan asupan gizi dan status gizi anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian GTS, tingkat asupan zat gizi makro, dan status gizi anak petani tembakau di wilayah Puger, Kabupaten Jember. Metode:. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan pada bulan September 2021 dengan melibatkan 38 anak usia 9–11 tahun dari MI Darussalam Puger II. Data dikumpulkan melalui kuesioner gejala GTS, food recall 1x24 jam untuk mengukur asupan protein, lemak, dan karbohidrat, serta pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi berdasarkan IMT/U. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 65,79% responden mengalami GTS, dan mayoritas memiliki asupan protein serta karbohidrat yang kurang. Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian GTS dan status gizi (p = 0,048), serta antara asupan protein (p = 0,032) dan karbohidrat (p = 0,036) dengan status gizi. Anak yang mengalami GTS cenderung memiliki status gizi kurang. Kesimpulan: GTS berkontribusi terhadap penurunan nafsu makan dan asupan makanan, yang berdampak pada gizi kurang pada anak. Diperlukan intervensi gizi dan perlindungan kesehatan bagi anak-anak di lingkungan pertanian tembakau.
Efektivitas Penyuluhan Higiene dan Sanitasi Personal terhadap Peningkatan Pengetahuan Penjamah Makanan: Effectiveness of Personal Hygiene and Sanitation Education on Improving Food Handlers' Knowledge Safira Amri; Ika Wirya Wirawanti; Andi Tenri Kawareng; Anitatia Ratna Megasari; Nurlaelah Nurlaelah
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/vywq1m66

Abstract

Latar Belakang: Higiene sanitasi makanan diperlukan untuk melindungi makanan dari kontaminasi maupun mikroorganisme penular penyakit. Praktik higiene dan sanitasi makanan yang tidak baik memungkinkan tercemarnya atau terkontaminasi makanan yang merupakan sumber penyakit bagi manusia. Penjamah makanan merupakan kunci keberhasilan dalam pengolahan makanan yang aman untuk pasien di rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan higiene dan sanitasi terhadap peningkatan pengetahuan penjamah makanan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest design. Jumlah sampel 15 responden dengan menggunakan teknik Purpose sampling. Pengumpulan data dengan memberikan kuesioner pretest, dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan uji wilcoxon diperoleh nilai significancy (sig) tingkat pengetahuan sebesar 0,000 (p<005) yakni terdapat perbedaan yang nyata antara hasil pre test dan post test mengenai pengetahuan higiene dan sanitasi personal penjamah makanan setelah diberikan penyuluhan. Kesimpulan: Penyuluhan higiene dan sanitasi makanan efektif untuk meningkatkan pengetahuan penjamah makanan khususnya di RSUD Labuang Baji Makassar.
Petualangan Warna-Warni: Aktivitas Seru Anak Usia Dini dalamMengenalkan Buah dan Sayur: Colourful Adventures: Engaging Activities to Teach Preschoolers about Fruits and Vegetables Lies Permana; Masithah; Nastitie Cinintya Nurzihan
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/aj3sz827

Abstract

Latar Belakang: Anak Usia biasanya kurang menyukai buah dan sayur yang menjadi penyebab rendahnya konsumsi makanan tersebut. Zat gizi yang ada didalam buah dan sayur dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak sampai pada pencegahan penyakit-penyakit pada usia kurang dari 6 tahun. Di TK ABA 8 Samarinda, ditemukan masih ada 47,6% siswa yang tidak menyukai sayur dan 14,3% tidak menyukai buah. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dilakukan kegiatan pengenalan buah dan sayur kepada sayur di TK ABA 8 Samarinda. Dengan menggunakan permainan warna dan jenis buah dan sayur. Tujuan: Mengetahui peningkatan kemampuan mengenal warna buah dan sayur setelah mengikuti edukasi Metode: Penelitian ini menggunakan total sampling pada seluruh siswa TK ABA 8 Samarinda yang berjumlah 42 orang. Quasi eksperimen one group pretest posttest digunakan untuk mengukur keterampilan warna dan jenis pada buah dan sayur siswa TK sebelum dan setelah intervensi dengan menggunakan alat ukur lembar observasi. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2024, di TK ABA 8 Samarinda. Hasil: Setelah dilakukan observasi sebelum dan setelah intervensi maka ditemukan bahwa siswa TK ABA 8 Samarinda mampu meningkatkan kemampuan mengenal warna buah dan sayur. Uji Mann Whitney digunakan dalam penelitian ini dengan hasil pretest posttest dalam menyebutkan warna didapatkan nilai signifikansi P<0.025. Selain peningkatan keterampilan menyebutkan warna, petualangan warna warni yang dilakukan juga dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam mengkategorikan buah dengan P<0.003 dan mengkategorikan sayur P<0.000. Kesimpulan: Permainan petualangan warna warni dengan peran aktif siswa TK bermain warna dapat meningkatkan keterampilan siswa TK ABA 8 Samarinda dalam menyebutkan warna, mengkategorikan jenis buah dan sayur setelah dilakukan intervensi. Perlu adanya pengembangan pembelajaran siswa TK dengan menggunakan media pembelajaran yang penuh warna dan berbentuk sesuai wujud aslinya untuk meningkatkan wawasan anak usia dini.
Potensi Baji Balor (Baruasa Biji Labu Kuning Daun Kelor) sebagai Camilan Sehat: The Potential of Baji Balor (Baruasa Pumpkin Seeds and Moringa Leaves) as a Healthy Snack Yessy Kurniati; Winda Wulandari; Nurfadilla; Aura Annisa
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ce472263

Abstract

Latar Belakang: Tren konsumsi camilan di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan, tetapi mayoritas produk yang dikonsumsi masih rendah gizi dan berkontribusi terhadap masalah kesehatan masyarakat Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan camilan tradisional baruasa berbasis tepung biji labu dan daun kelor menjadi BAJI BALOR sebagai pangan fungsional bergizi. Metode: Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap untuk memformulasi produk, uji organoleptik melibatkan 33 panelis mahasiswa, serta analisis kandungan gizi menggunakan perangkat lunak NutriSurvey. Hasil: Penelitian menunujukkan BAJI BALOR diterima cukup baik oleh panelis pada aspek rasa, aroma, tekstur, dan warna. Analisis gizi menunjukkan kandungan energi sebesar 428,7 kkal per 100 g dengan protein 8,25 g, lemak 20,07 g, karbohidrat 55,8 g, zat besi 14,74 mg, kalsium 34,63 mg, vitamin A 61,1 µg, dan asam folat 13,3 µg Kesimpulan: penelitian ini berhasil mengembangkan BAJI BALOR sebagai cemilan tradisonal yang bergizi dan memiliki daya terima yang cukup baik
Frekuensi dan Durasi Penyakit Infeksi pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura: Frequency and Duration of Infectious Diseases in Stunted Toddlers Aged 24-59 Months in the Working Area of Kamaipura Health Center Arif Nursin; Adilah Imansari; Lilik Sofiatus Solikhah
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/q5sfte20

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi masalah prioritas. Kondisi ini bukan hanya disebabkan oleh asupan zat gizi yang kurang, tetapi juga diperburuk oleh penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak. Tujuan: Tujuan untuk melihat hubungan frekuensi dan durasi penyakit infeksi pada balita stunting. Metode: Penelitian desain case-control pada populasi balita usia 24-59 bulan dengan jumlah sampel 92 balita yang dibagi menjadi dua kelompok case dan control. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, pengukuran tinggi badan serta pencatatan riwayat penyakit infeksi dalam enam bulan terakhir menggunakan buku KIA. Hasil: Proporsi balita memiliki frekuensi penyakit infeksi jarang sebesar 75%, serta balita yang memiliki durasi penyakit infeksi tidak lama sebesar 59,8%. Diketahui balita stunting dengan penyakit infeksi jarang sebesar 89,1% dan dengan durasi lama sebesar 58,7% Terdapat hubungan antara frekuensi dan durasi penyakit infeksi dengan kejadian stunting (masing masing p< 0,001). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi dan durasi penyakit infeksi pada balita stunting usia 24-59 bulan. Penyakit infeksi perlu menjadi prioritas dalam upaya penurunan stunting melalui perbaikan sanitasi, serta edukasi kepada ibu balita.
Prediksi Stunting: Analisis Bibliometrik Tren Penelitian Global: The Prediction of Stunting: A Bibliometric Analysis of Global Research Trends Itsnatur Rizkiyah Apriliyanti; Aisyah Noer Auliyah Madani Pertiwi; Intan Nur Laylatul Mufarrahah; Abubakar Tarawally; Neema Njai
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/t3f7aj26

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Secara global tren penurunan prevalensi stunting mengalami kemajuan, namun laju perbaikannya belum cukup cepat untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yaitu mengakhiri malnutrisi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan menggambarkan karakteristik penelitian dari beberapa hal seperti penulis, organisasi, negara, kata kunci dan referensi. Setelah tergambar tren penelitian, kemudian teridentifikasi potensi dan arah penelitian di masa depan. Metode: Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari Web of Science. Kata kunci yang digunakan adalah: prediction AND stunting. Data yang diperoleh sebanyak 288 publikasi, kemudian diekspor dan dianalisis dengan aplikasi VOSviewer untuk metode bibliometrik. Hasil: terdapat kolaborasi internasional dengan penulis, negara dan organisasi. Potensi penelitian di masa depan yaitu tentang faktor risiko stunting, perbandingan stunting diantara negara maju dan negara berkembang, serta penelitian berbasis teknologi dalam prediksi stunting. Kesimpulan: penelitian yang berkaitan dengan prediksi stunting berpotensi tinggi dilakukan di masa depan.  
Analisis Ketersediaan Mineral Fe dan Zn serta Aktivitas Antioksidan pada Bee Pollen Snack Bar: Analysis of Fe and Zn Mineral Availability and Antioxidant Activity in Bee Pollen Snack Bar Qurratu Aini; Ananda Putra Agung; I Putu Gede Didik Widiarta; Cori Camara
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/8txa4113

Abstract

Latar belakang: Bee pollen merupakan bahan pangan alami yang kaya mineral esensial dan senyawa bioaktif, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Pengolahan bee pollen menjadi snack bar diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan kemudahan konsumsi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan mineral Fe dan Zn serta aktivitas antioksidan pada produk bee pollen snack bar. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu penambahanbee pollen pada produk dengan lima taraf F0, F1, F2, F3 dan F4. Analisis Fe dan Zn dilakukan dengan Spektrofotometri Serapan Atom, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dan dinyatakan sebagai AEAC. Hasil: Bee pollen snack bar mengandung Fe sebesar 1,7 mg/100 g dan Zn sebesar 0,68 mg/100 g, serta memiliki aktivitas antioksidan sebesar 10,77 mg asam askorbat/g. Kesimpulan: Bee pollen snack bar berpotensi sebagai pangan fungsional sumber mineral Fe dan Zn dengan aktivitas antioksidan yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10