Latar Belakang: Tren konsumsi camilan di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan, tetapi mayoritas produk yang dikonsumsi masih rendah gizi dan berkontribusi terhadap masalah kesehatan masyarakat Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan camilan tradisional baruasa berbasis tepung biji labu dan daun kelor menjadi BAJI BALOR sebagai pangan fungsional bergizi. Metode: Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap untuk memformulasi produk, uji organoleptik melibatkan 33 panelis mahasiswa, serta analisis kandungan gizi menggunakan perangkat lunak NutriSurvey. Hasil: Penelitian menunujukkan BAJI BALOR diterima cukup baik oleh panelis pada aspek rasa, aroma, tekstur, dan warna. Analisis gizi menunjukkan kandungan energi sebesar 428,7 kkal per 100 g dengan protein 8,25 g, lemak 20,07 g, karbohidrat 55,8 g, zat besi 14,74 mg, kalsium 34,63 mg, vitamin A 61,1 µg, dan asam folat 13,3 µg Kesimpulan: penelitian ini berhasil mengembangkan BAJI BALOR sebagai cemilan tradisonal yang bergizi dan memiliki daya terima yang cukup baik
Copyrights © 2025