Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku pada Izzi Kebab yakni sebuah UMKM kuliner di Medan yang selama ini masih mengandalkan estimasi intuitif dalam pengadaan barang. Pola pengadaan konvensional tersebut menyebabkan frekuensi pemesanan yang terlalu tinggi dan pembengkakan biaya operasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP) yang diolah menggunakan aplikasi POM QM for Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa melalui metode EOQ, Izzi Kebab dapat melakukan transformasi manajemen persediaan yang signifikan dengan merampingkan frekuensi pemesanan dari 52 kali setahun menjadi rata-rata 4 hingga 11 kali saja. Secara spesifik, kuantitas pemesanan optimal (Q*) untuk daging kebab adalah 27,93 kg, tortilla 64,5 unit, selada 48,72 kg, timun 48,37 kg, saus cabai 62,45 kg, serta saus tomat dan mayonaise masing-masing sebesar 44,16 kg. Implementasi strategi ini terbukti mampu menyeimbangkan biaya pesan dan biaya simpan pada titik terendah, sehingga menghasilkan total biaya persediaan yang lebih efisien dan stabil. Kesimpulannya, penggunaan metode ilmiah berbasis teknologi ini memberikan rekomendasi strategis bagi Izzi Kebab untuk meningkatkan efisiensi modal kerja dan keberlanjutan operasional bisnis UMKM.
Copyrights © 2025