Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak
Vol. 14 No. 1 (2024): Pastura Vol. 14 No. 1 Tahun 2024

Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Perkecambahan Benih Indigofera zollingeriana

Rijanto Hutasoit (Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia)
Silvia Nova (Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, Indonesia)
Amin (Universitas Panca Budi, Medan, Indonesia)
Kartika Dwi (Universitas Panca Budi, Medan, Indonesia)
Rizki Saprizal (Universitas Panca Budi, Medan, Indonesia)
Sheilla Nurhafiza (Universitas Panca Budi, Medan, Indonesia)
Dafta Muabadianto (Universitas Panca Budi, Medan, Indonesia)
Juniar Sirait (Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia)
Andi Tarigan (Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia)



Article Info

Publish Date
27 Aug 2024

Abstract

Indigofera zollingeriana is a very popular forage plant, both consumed to increase the productivity of ruminants. Low seed quality becomes an obstacle in its development and generally occurs during post-har-vest handling (drying). This study aimed to evaluate the quality of Indigofera seeds based on temperature and drying time. The design was completely randomized design (CRD) with factorial pattern with four replications. The treatments consisted of four temperature levels: 30°C, 35°C, 40°C, and 45°C and four drying times: 6, 12, 18, and 24 hours. Parameters observed were: seed germination and normal germination growth. The results showed that the average number of sprouts that grew the most at a temperature of 30°C (59,27%) was comparable to a temperature of 35°C (53,95%), but significantly different from other temperature treatments (40°C and 45°C). The highest growth of normal sprouts was found in the 24-hour drying treatment (mean 60,37%). It concluded that the drying temperature of 30°C combined with a drying time of 24 hours is the best phase to obtain germination rate and normal germination of Indigofera zollingeriana during the seed drying process. ABSTRAK Indigofera zollingeriana merupakan tanaman pakan yang sangat populer saat ini, baik dikonsumsi untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia. Mutu benih yang rendah menjadi kendala dalam pengembangannya, umumnya terjadi pada saat penanganan pasca panen (pengeringan). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas benih Indigofera berdasarkan suhu dan waktu pengeringan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari empat taraf suhu: 30 oC, 35 oC, 40 oC, dan 45 oC dan empat waktu pengeringan: 6, 12, 18, dan 24 jam. Parameter yang diamati adalah: daya kecambah benih dan pertumbuhan kecambah normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah kecambah yang tumbuh paling banyak pada suhu 30 oC (59,27%) sebanding dengan suhu 35 oC (53,95%), namun berbeda nyata dengan perlakuan suhu lainnya (40 dan 45 oC). Pertumbuhan kecambah normal tertinggi terdapat pada perlakuan pengeringan 24 jam (rata-rata 60,37%). Dapat disimpulkan bahwa suhu pengeringan 30 oC yang dikombinasikan dengan waktu pengeringan 24 jam merupakan fase terbaik untuk memperoleh daya kecambah dan kecambah normal Indigofera zollingeriana saat proses pengeringan benih.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

pastura

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Other

Description

Pastura adalah jurnal ilmu tumbuhan pakan ternak yang diterbitkan dua kali setahun (Februari dan Agustus) yang diterbitkan oleh Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI). Pastura memuat berbagai artikel dari aspek tumbuhan pakan ternak berupa: hasil penelitian, naskah konseptual/opini, ...