Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak
Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025

Peluang Penanaman Tumpang Sari Berganda Canavalia ensiformis Terkait Penanaman Kembali Perkebunan Sawit di Lahan Bekas Tambang Batu Bara di Kalimantan Selatan

Tazkiyah Annisa Utari (Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Nutrisi Pakan, Fakultas Peternakan IPB University, Bogor-Jawa Barat)
Hariyadi (Fakultas Pertanian IPB University, Bogor-Jawa Barat)
Tarigan Suria (Fakultas Pertanian IPB University, Bogor-Jawa Barat)
Luki Abdullah (Fakultas Peternakan IPB University, Bogor-Jawa Barat)
Nahrowi (Fakultas Peternakan IPB University, Bogor-Jawa Barat)



Article Info

Publish Date
24 Feb 2025

Abstract

Canavalia ensiformis (koro beans) is a leguminous plant known for its high adaptability, productivity, and nutritional value, making it a viable alternative protein source to soybean meal. Planting koro beans using an intercropping model is a sustainable land use practice during the oil palm replanting period. This study aims to evaluate the productivity of koro beans and explore the potential of utilizing ex-coal mining land for oil palm plantations in South Kalimantan.The experiment included various fertilization treatments are, K (control = no fertilizer), A (2 tons of lime 5 tons of poultry manure ha-1); B (2 tons of lime and 10 tons of poultry manure ha-1); C (4 tons of lime and 5 tons of poultry manure ha-1); and D (4 tons of lime and 10 tons of poultry manure ha-1). The spacing between oil palm- koro plants and corn- koro plants were 105 cm and 35 cm, respectively. The multiple intercropping models (oil palm, corn, and koro bean) demonstrated the high adaptability of the sword bean over a three-month period post-planting. Fertilization treatments resulted in better koro bean production compared to the control treatment. The best results were observed with the application of 2 tons of lime and 10 tons of poultry manure ha-1, which significantly influenced all production parameters. This model can be implemented during replanting oil pal plantation. ABSTRAK Canavalia ensiformis (kacang koro), merupakan salah satu tanaman kacang-kacangan dengan kemampuan adaptasi, produktivitas, dan nutrisi yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pakan sumber protein alternatif bungkil kedelai. Penanaman koro dengan model tumpang sari adalah salah satu cara pemanfaatan lahan berkelanjutan di masa replanting sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas kacang koro dan memanfaatkan potensi lahan bekas tambang batu bara menjadi perkebunan sawit diKalimantan Selatan. Perlakuan dilakukan dengan berbagai level pemupukan, K (kontrol = tidak diberikan pupuk); A (pemupukan 2 ton kapur dan 5 ton pupuk ayam petelur ha-1); B (pemupukan 2 ton kapur dan 10 ton pupuk ayam petelur ha-1); C (pemupukan 4 ton kapur dan 5 ton pupuk ayam petelur ha-1); dan D (pemupukan 4 ton kapur dan 10 ton pupuk ayam petelur ha-1). Setiap tanaman kelapa sawit-koro dan jagung-koro berjarak 105 cm dan 35 cm. Penanaman dengan model tumpang sari berganda (kelapa sawit,jagung, dan koro) menunjukkan kemampuan adaptasi kacang koro pedang yang tinggi selama tiga bulan setelah tanam. Perlakuan pemupukan menunjukkan produksi kacang koro pedang lebih baik dibandingkan perlakuan kontrol. Perlakuan terbaik dengan level 2 ton kapur dan 10 ton pupuk ayam petelur ha-1 yang berpengaruh nyata pada seluruh parameter produksi. Model ini dapat diimplementasikan selama masa replanting kebun sawit berlangsung.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

pastura

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Other

Description

Pastura adalah jurnal ilmu tumbuhan pakan ternak yang diterbitkan dua kali setahun (Februari dan Agustus) yang diterbitkan oleh Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI). Pastura memuat berbagai artikel dari aspek tumbuhan pakan ternak berupa: hasil penelitian, naskah konseptual/opini, ...