Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
Vol 9, No 2 (2025): NOVEMBER

Paradigma Ilmu Pengetahuan dalam Pengembangan Artificial Intelligence (AI): Positivisme vs Konstruktivisme

Didin Halim (Program Studi Administrasi Publik, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar)
Herman H (Program Studi Administrasi Publik, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar)
Ummi Kalsum Syam (Program Studi S2 Administrasi Publik, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar)
Ibunga Tang (Program Studi S2 Administrasi Publik, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar)
Muhammad Ibnu Kafsir Sudding (Program Studi S2 Administrasi Publik, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar)
Muhammad Nur Alil Makmur (Program Studi S2 Administrasi Publik, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar)



Article Info

Publish Date
22 Nov 2025

Abstract

Abstract: The development of artificial intelligence (AI) has brought about a major transformation in the fields of science and technology. However, this progress has also given rise to philosophical debates regarding the epistemological foundations used in its development. This article aims to critically examine two major paradigms in the philosophy of science, positivism and constructivism, and their implications for the development of AI. The research method used is a literature review with a qualitative-descriptive approach to the latest academic literature. The results of the study indicate that the positivist paradigm dominates the development of modern AI due to its focus on objectivity, empirical data, and algorithmic logic, while constructivism offers a more humanistic approach by emphasizing social values, ethics, and cultural context. This article concludes that an integration of the two is necessary to create AI systems that are not only technically intelligent but also ethical and humanity-oriented.Keywords: Scientific paradigm, Positivism, Constructivism, Artificial Intelligence, Ethics of Technology.Abstrak: Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menghadirkan transformasi besar dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, kemajuan tersebut juga menimbulkan perdebatan filosofis terkait landasan epistemologis yang digunakan dalam pengembangannya. Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara kritis dua paradigma utama dalam filsafat ilmu, yaitu positivisme dan konstruktivisme, serta implikasinya terhadap pengembangan AI. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif terhadap literatur akademik terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma positivistik mendominasi pengembangan AI modern karena fokus pada objektivitas, data empiris, dan logika algoritmik, sementara konstruktivisme menawarkan pendekatan yang lebih humanistik dengan menekankan nilai sosial, etika, dan konteks budaya. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi keduanya diperlukan untuk menciptakan sistem AI yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga etis dan berorientasi pada kemanusiaan.Kata kunci: Paradigma ilmu pengetahuan, positivisme, kontruktivisme, Arttificial Intelegence, Etika Tekonologi.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

manthiq

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Physics Social Sciences

Description

Manthiq: Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack), yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2019 s-d Edisi tahun 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel, maka tim pengelola jurnal ...