Remaja adalah masa perkembangan dari kanak-kanak hingga dewasa. Perilaku remaja tidak selamanya mengikuti peraturan yang ada di lingkungan masyarakat. Ada kalanya terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang ada. Perilaku atau tindakan yang menyimpang disebut dengan perilaku menyimpang atau kenakalan remaja. Kenakalan remaja adalah perilaku remaja yang melanggar norma atau aturan yang telah berlaku. Kenakalan remaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu lingkungan keluarga. Sehingga peran orang tua dan keluarga sangat diperlukan untuk mengawasi segala tindakan dan perilaku yang dilakukan oleh remaja tersebut. Tujuan penelitian ini untuk melihat ada dan tidaknya pengaruh lingkungan keluarga terhadap kenakalan remaja pada anak usia 15-18 tahun di Desa Sengon. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan sampel pada penelitian ini berjumlah 100 responden. Hasil dari penelitian ini adalah lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kenakalan remaja pada anak usia 15-18 tahun di Desa Sengon. Pengaruh variabel bebas (lingkungan keluarga) terhadap variabel terikat (kenakalan remaja) adalah sebesar 26,9%, sedangkan sisanya yakni 73,1% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel. Oleh karena itu, peran keluarga sangat penting dan dibutuhkan untuk mencegah pertambahan kasus kenakalan remaja.
Copyrights © 2024