Meningkatnya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan ibarat bom waktu yang siap meledak. Hal ini mencoreng nama baik lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman, namun kini menjadi tempat yang penuh kekhawatiran. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang kekerasan seksual dan cara penanggulangannya di lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Menurut Moleong (2007), penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk memahami perilaku, motivasi, sikap, persepsi dan tindakan subjek penelitian. Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan menunjukkan masih adanya kesenjangan gender, yaitu kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam hal kepemilikan kekuasaan. Ketimpangan inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kekerasan seksual. Berdasarkan studi literatur, kekerasan seksual di lingkungan pendidikan umumnya disebabkan oleh adanya kesenjangan gender antara pelaku dan korban. Perbedaan kekuasaan, wewenang dan kedudukan antara pelaku dan korban menjadi salah satu faktor utama terjadinya tindak kekerasan seksual.
Copyrights © 2024